Memuat...

Jet Tempur 'Israel' Gempur Iran Tengah dan Barat, Ledakan Keras Ikut Guncang Beirut

Zarah Amala
Senin, 8 Juni 2026 / 23 Zulhijah 1447 09:30
Jet Tempur 'Israel' Gempur Iran Tengah dan Barat, Ledakan Keras Ikut Guncang Beirut
Sebagian dari kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara 'Israel' yang menargetkan pinggiran selatan Beirut pada Ahad, 7 Juni 2026 (Reuters)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF) mengumumkan bahwa Angkatan Udara mereka telah meluncurkan serangan udara terarget yang menyasar sejumlah situs militer milik rezim Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut pada Senin (8/6/2026) dini hari. Langkah ofensif ini diambil menyusul eskalasi bersenjata yang kian tak terkendali di kawasan Timur Tengah.

Bersamaan dengan laporan pengeboman di wilayah domestik Iran, koresponden Al Jazeera melaporkan terdengarnya serangkaian suara ledakan keras yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut. Meski demikian, hingga saat ini titik lokasi pasti maupun penyebab utama ledakan di Beirut tersebut belum dapat dipastikan. Pihak militer 'Israel' sendiri tidak memberikan indikasi atau konfirmasi mengenai pelaksanaan operasi udara paralel di ibu kota Lebanon dalam rilis resmi terbarunya.

Rangkaian serangan udara jarak jauh ini merupakan kelanjutan dari aksi saling balas yang terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam terakhir, yang kian mengancam eksistensi perjanjian gencatan senjata regional sejak 8 April lalu.

Ketegangan tiga negara ini bermula dari insiden pemicu di Beirut, di mana 'Israel' sebelumnya meluncurkan serangan udara ke kawasan Dahiyeh yang berada di pinggiran selatan ibu kota Lebanon tersebut. Sebagai respons atas aksi tersebut, Teheran langsung meluncurkan balasan berupa gelombang rudal balistik yang menghujani wilayah 'Israel' pada Ahad (7/6) malam.

Pihak Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan hak membela diri yang sah karena mereka telah memperingatkan jauh-jauh hari bahwa agresi 'Israel' ke Beirut adalah bentuk pelanggaran fatal terhadap kesepakatan gencatan senjata (hudnah). Menanggapi hujan proyektil tersebut, 'Israel' kembali melancarkan serangan balasan pada dini hari tadi, di mana armada jet tempur mereka lepas landas untuk mengebom sejumlah instalasi pertahanan strategis di wilayah barat dan tengah Iran.

Sebelum 'Israel' melancarkan serangan balasan ke wilayah Iran, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, yang berfungsi sebagai pusat komando dan ruang kendali operasi terpadu Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdullah Ali Abadi, sempat mengeluarkan gertakan keras terakhir kepada Tel Aviv.

"Militer Zionis harus segera menghentikan seluruh serangan udara dan agresi mereka yang menargetkan wilayah Lebanon Selatan dan pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh)," tegas Ali Abadi.

Namun, peringatan dari ruang operasi Teheran tersebut diabaikan. Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, sebelumnya telah menegaskan bahwa Tel Aviv akan langsung menginstruksikan pasukannya untuk memberikan hantaman yang sangat kuat dan mematikan kepada musuh segera setelah jajaran kabinet memberikan lampu hijau operasional. (zarahamala/arrahmah.id)