Memuat...

Kekerasan Remaja Meningkat, Islam Solusi Tepat

Oleh Umi Fahri
Ahad, 8 Maret 2026 / 19 Ramadan 1447 13:40
Kekerasan Remaja Meningkat, Islam Solusi Tepat
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Net)

Indonesia membutuhkan generasi muda, khususnya pemuda yang memiliki potensi untuk berperan penting dalam menjalankan proses pembangunan sosial di negeri ini di masa depan. Tentu saja pelaksanaan hal ini tidaklah mudah. Hal ini pasti akan banyak tantangan yang dihadapi generasi muda, salah satunya dengan meningkatnya jumlah kasus kekerasan remaja.

Di kalangan generasi gen Z, kejadian kekerasan yang dialami para pemuda khususnya di Indonesia saat ini semakin meningkat. Dengan peristiwa yang beragam diantaranya kekerasan verbal, fisik, mental dan terutama pelecehan seksual. Perilaku tersebut dilakukan sebagian generasi muda, bahkan sampai berujung dengan kematian yang banyak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Korbannya dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa bahkan lanjut usia. Tentu semua ini berdampak negarif terhadap perkembangan generasi ketika memasuki usia dewasa.

Seperti yang terjadi kasus pembacokan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, saat mahasiswi sedang menunggu sidang proposal. Pelaku sesama mahasiswa menyerang menggunakan senjata tajam, hingga korban terluka dan harus dirawat. Penyebabnya adalah persoalan pribadi, setelah penolakan cinta saat keduanya mengikuti KKN, hingga berakhir penyerangan di kampus.

Hal ini tentu sangat meresahkan, bahkan kekerasan ini dapat membuat korbannya terkena gangguan jiwa, trauma, depresi hingga mengancam nyawa.

Tentunya semua itu banyak faktor penyebab terjadinya kekerasan dikalangan remaja, diantaranya:

1.Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi remaja untuk tempat berlindung. Namun jika orang tua dan anggota keluarga lainnya bersikap cuek, acuh, dan malas ikut serta dalam proses pembentukan kepribadian anak, maka dari sini bisa saja mereka menjadi pribadi yang tidak mengenal moral, standar, dan prinsip. Kemudian hal tersebut dapat menyebabkan dirinya terpengaruh dalam lingkungan sosial yang buruk, hingga menimbulkan perilaku tidak bertanggung jawab dan berujung pada kekerasan.

2. Teman
Teman merupakan faktor yang mendorong sesorang melakukan tindak kekerasan. Ini terlihat dari lingkungan pergaulan sesorang, apakah dikelilingi orang baik dan positif atau sebaliknya.

3. Media Sosial
Berkembangnya berbagai informasi di media sosial, telah menyikapi perilaku kekerasan di masyarakat, tanpa adanya batasan yang mendorong remaja untuk berperilaku sangat agresif dan kasar terhadap sesama.

Masih banyak lagi faktor penyebab kekerasan dikalangan remaja tentunya. Perilaku pemuda yang dekat dengan aktivitas kekerasan, pembunuhan, pergaulan bebas, menunjukkan kegagalan sistem pendidikan sekuler membentuk berkepribadian mulia. Sistem saat ini berstandarkan kebebasan, sehingga bertindak semaunya dalam diri remaja, tanpa mempertimbangkan dampak bagi orang lain.

Sistem sekuler kepitalisme, menetapkan tatanan sosial berjalan di atas landasan kebebasan individu, berekspresi dan tingkah laku diagungkan tanpa syarat. Selama tidak melanggar hak dan kebebasan orang lain serta ketertiban umum, apapun dianggap sah.

Kebebasan individu melahirkan masyarakat permisif yang tidak jarang menormalisasi perilaku menyimpang, termasuk hubungan yang tidak sehat atau eksploitatif. Hal ini menjadi pangkal rusaknya tatanan sosial, sekaligus menjadi indikasi tidak berfungsinya tiga pilar utama yaitu keluarga, masyarakat dan negara.

Untuk itu Islam datang dalam wujud institusi yang benar, dengan menerapkan syariat Islam secara totalitas. Negara Islam mengadopsi segenap hukum syariat yang mengatur tatanan sosial, dalam bentuk undang-undang. Peraturan yang mengatur seluruh alam semesta dari kerusakan dan penyimpangan, sekaligus menjadi rambu-rambu bagi masyarakat, sehingga memahami konsekuensi sanksi bagi setiap pelanggaran.

Islam pun mengatur dalam sistem pendidikan yang dibangun di atas dasar akidah, dengan tujuan membentuk kepribadian Islam. Sehingga generasi dididik memiliki kesadaran untuk senantiasa taat pada syariat, halal haram sebagai standar perbuatan, serta bertanggung jawab dalam setiap kesalahan.

Di bawah naungan Islam, masyarakat akan saling mengingatkan dalam hal kebaikan, dan juga menentang kemaksiatan. Dari sini terciptalah suasana yang mendukung kepada ketaatan, dan menjauhkan dari perilaku menyimpang. Islam menerapkan aturan sesuai hukum syariat, serta memberikan efek jera dan menjaga keamanan juga kehormatan rakyat.

Wallahu a'lam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya