Memuat...

Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang

Ameera
Selasa, 28 April 2026 / 11 Zulkaidah 1447 17:46
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang

JAKARTA (Arrahmah.id) - Jumlah korban tewas dalam kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.

Hingga Selasa (28/4/2026), Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, membenarkan data terbaru tersebut.

“Iya, ada 15 korban meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dari total korban meninggal, sebanyak 10 jenazah masih dalam proses identifikasi. Proses ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima tujuh data antemortem dari keluarga korban.

“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” jelasnya.

Prima juga menjelaskan kronologi kedatangan jenazah ke rumah sakit. Jenazah pertama tiba sekitar pukul 03.00 WIB, disusul jenazah kedua pada pukul 07.00 WIB. Setelah itu, jumlah jenazah yang datang meningkat secara bertahap.

“Terus jam 07.00 WIB tambah lagi dua, habis itu banyak berturut-turut,” ungkapnya.

Dalam proses identifikasi, tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan berbagai metode, seperti pencocokan foto korban—terutama bagian gigi—serta dokumen yang memiliki sidik jari, seperti ijazah.

Meski demikian, Prima menegaskan bahwa proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Kami usahakan selesai hari ini. Karena DVI tidak bisa dipaksakan cepat, kadang ada kendala tertentu,” katanya.

Pihak rumah sakit dan tim gabungan terus berupaya maksimal agar seluruh korban dapat segera teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

(ameera/arrahmah.id)