Memuat...

Pasukan 'Israel' Terobos Desa Abidin di Suriah Selatan dan Perluas Kendali Militer

Zarah Amala
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 10:31
Pasukan 'Israel' Terobos Desa Abidin di Suriah Selatan dan Perluas Kendali Militer
Sebuah rumah terbakar di desa Abidin, di pedesaan Daraa, Suriah, menyusul serangan Israel di daerah tersebut. (Foto: Cuplikan video via Al Mayadeen)

QUNEITRA (Arrahmah.id) - Ketegangan di wilayah perbatasan selatan Suriah meningkat drastis setelah pasukan 'Israel' dilaporkan melakukan serangkaian infiltrasi dan serangan militer ke dalam desa-desa di wilayah Yarmouk Basin. Menurut laporan kantor berita pemerintah Suriah (SANA), pasukan 'Israel' mencoba melakukan kembali incursion ke desa Abidin, yang memicu konfrontasi langsung dengan penduduk setempat.

Dalam upaya mencegah masuknya kendaraan militer 'Israel' ke desa Abidin, warga setempat memblokir jalan-jalan utama dengan batu-batu besar. Aksi ini terjadi menyusul insiden sebelumnya di mana pasukan 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan untuk membubarkan anak-anak yang mencoba mengusir patroli militer dari desa mereka.

Konflik memuncak ketika helikopter militer 'Israel' menembaki desa tersebut dengan senapan mesin berat, dibarengi dengan serangan artileri. Sebelumnya, bombardir intensif telah memaksa penduduk desa Abidin dan sekitarnya melarikan diri demi mencari perlindungan. Meskipun kendaraan lapis baja 'Israel' kemudian dilaporkan menarik diri dari pusat desa, aktivitas militer di udara tetap intens dengan banyaknya suar cahaya (illumination flares) yang dilepaskan di atas Yarmouk Basin, serta penerbangan pesawat militer yang terus-menerus di atas pedesaan Dara'a dan Quneitra.

'Israel' terus memperluas kehadiran militernya di wilayah tersebut secara sistematis. Sejak Ahad, pasukan 'Israel' telah melakukan beberapa langkah strategis. 'Israel' mendirikan tenda-tenda militer di Tal Al-Maghar setelah mengerahkan empat kendaraan pengangkut personel lapis baja dari posisi militer Al-Jazeera.

Sebuah pos pemeriksaan militer didirikan di dalam desa Abidin untuk menghentikan dan menggeledah warga. Pos pemeriksaan serupa juga didirikan di dekat posisi perusahaan militer Jamla di Dara'a barat, sementara patroli 'Israel' lainnya memasuki desa Jamla.

Pasukan 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan peluru tajam dan artileri ke arah petani yang tengah bekerja di dekat Tal Al-Maghar.

Di sisi lain perbatasan, Channel 14 Israel melaporkan bahwa pasukan mereka yang ditempatkan di Golan Heights selatan, di dalam wilayah Suriah, sempat menjadi sasaran tembakan dari pihak tak dikenal, yang memaksa pasukan 'Israel' untuk menarik diri dari titik tersebut.

Eskalasi ini dipandang oleh pihak berwenang Suriah sebagai pelanggaran berulang terhadap Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974. Laporan media Suriah merinci berbagai aksi 'Israel' yang dinilai sebagai bentuk pendudukan baru, termasuk serangan artileri dan udara, perusakan lahan dengan buldoser, penangkapan warga sipil, termasuk penggembala dan anak-anak, serta serangan terhadap infrastruktur sipil.

Aksi militer ini dikabarkan telah intensif sejak 'Israel' menyatakan perjanjian pemisahan tersebut tidak lagi berlaku dan secara sepihak memperluas kendali militernya ke zona penyangga menyusul keruntuhan pemerintahan Suriah. (zarahamala/arrahmah.id)