Memuat...

Lalu Lintas Selat Hormuz Dihentikan Total, Iran Ingatkan Seluruh Kapal untuk Koordinasi Resmi

Zarah Amala
Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharam 1448 10:12
Lalu Lintas Selat Hormuz Dihentikan Total, Iran Ingatkan Seluruh Kapal untuk Koordinasi Resmi
Cuplikan gambar yang diambil dari rekaman video AFPTV pada 12 Juli 2026, menunjukkan kapal-kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz di lepas pantai timur Uni Emirat Arab di Khor Fakkan. AFPTV—AFP via Getty Images

TEHERAN (Arrahmah.id) - Otoritas Urusan Selat Teluk Persia Iran (PGSA) secara resmi mengumumkan penangguhan seluruh lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil menyusul apa yang disebut sebagai serangkaian "aktivitas ilegal" oleh pasukan militer Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.

Melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Ahad (12/7/2026), PGSA menyatakan bahwa seluruh izin transit saat ini dibekukan. Pihak otoritas menegaskan bahwa layanan akan dibuka kembali setelah kondisi keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut pulih. PGSA juga mengingatkan seluruh operator kapal dan pelaut bahwa satu-satunya jalur resmi untuk mendapatkan izin transit tetap melalui situs web PGSA.ir.

Langkah ini menyusul pernyataan tegas dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sebelumnya menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi kapal-kapal asing hingga intervensi militer AS di kawasan tersebut dihentikan. IRGC menuding sejumlah kapal telah melakukan pelanggaran dengan sengaja menggunakan rute yang tidak sah serta mengabaikan peringatan navigasi dari otoritas Iran.

Ketegangan memuncak setelah IRGC terpaksa melakukan tindakan penghentian paksa terhadap sebuah kapal yang dianggap membahayakan keamanan maritim. Kapal tersebut dilaporkan mematikan sistem pelacak (tracking) dan tidak mengindahkan peringatan berkali-kali, sehingga memaksa pasukan Iran melepaskan tembakan peringatan. IRGC memperingatkan bahwa segala bentuk provokasi dari pihak AS yang menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk melakukan tindakan militer lebih lanjut akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut.

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari lalu, Iran telah memperketat kendali atas Selat Hormuz. Meski Iran dan AS sempat mencapai Nota Kesepahaman Islamabad yang mengakui peran Iran dalam mengelola navigasi di selat tersebut, Teheran kini menuduh Washington melanggar kesepakatan itu melalui intervensi militer yang terus berlanjut di perairan tersebut.

Sejak Mei lalu, Iran telah menerapkan mekanisme manajemen navigasi baru yang mewajibkan seluruh kapal untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran dan mematuhi rute-rute yang telah ditetapkan. Penutupan jalur ini semakin memperkeruh situasi keamanan di Timur Tengah, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang kini berada di bawah bayang-bayang ketegangan militer yang meningkat. (zarahamala/arrahmah.id)