Memuat...

Prabowo Sebut Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan sebagai Pengkhianat: Hukum Karma Akan Berlaku

Samir Musa
Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharam 1448 10:44
Prabowo Sebut Pemimpin yang Anjurkan Kerusuhan sebagai Pengkhianat: Hukum Karma Akan Berlaku
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemimpin yang menghasut aksi bakar-bakar adalah pengkhianat. (Sekretariat Presiden)

JAKARTA (Arrahmah.id) — Presiden RI Prabowo Subianto menyebut pemimpin yang sengaja mengarahkan massa untuk melakukan perusakan maupun pembakaran fasilitas umum sebagai pemimpin pengkhianat terhadap bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Ahad (12/7).

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan meski berbeda pilihan politik. Menurutnya, perbedaan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.

"Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar," ujar Prabowo dikutip dari Antara.

"Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat," lanjutnya.

Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa setiap tindakan buruk akan mendapatkan balasan.

"Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," kata Prabowo yang juga menjabat Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan pengalamannya mengikuti lima kali pemilihan presiden. Ia mengaku mengalami empat kali kekalahan, namun tidak pernah mengarahkan pendukungnya untuk melakukan aksi kekerasan.

"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," ujarnya.

Prabowo kemudian mengibaratkan kompetisi politik seperti pertandingan sepak bola yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, perbedaan politik tidak boleh menghilangkan semangat persatuan sebagai bangsa.

Ia juga menyinggung hubungannya dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang sebelumnya berada di kubu berbeda pada Pilpres 2024, namun kini bergabung dalam pemerintahan.

"Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya, tetapi enggak ada masalah. Karena dalam hati beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun. Ia meminta masyarakat tetap memberikan masukan tanpa melakukan tindakan yang merusak persatuan.

"Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia," katanya.

(Samirmusa/arrahmah.id)