Memuat...

Lebih dari 100 Keluarga Dievakuasi Akibat Meluasnya Kebakaran Hutan Tunisia

Hanin Mazaya
Rabu, 2 September 2026 / 21 Rabiulawal 1448 18:43
Lebih dari 100 Keluarga Dievakuasi Akibat Meluasnya Kebakaran Hutan Tunisia
(Foto: AA)

KAIROUAN (Arrahmah.id) - Otoritas Tunisia telah mengevakuasi lebih dari 100 keluarga di provinsi Kairouan (wilayah tengah) dan Siliana (wilayah barat laut) akibat kebakaran hutan dan lahan, demikian disampaikan para pejabat pada Senin malam.

Anggota parlemen Nabil Al-Hamdi mengatakan bahwa 100 keluarga dievakuasi dari Gunung Qaytoun di distrik El Oueslatia, Kairouan, menyusul kebakaran yang awalnya bermula di Gunung Bargou, Siliana.

Dalam keterangannya kepada kantor berita negara TAP, Al-Hamdi menyebutkan bahwa angin kencang mempercepat penyebaran api dan mendorong kobaran api mendekati permukiman warga, sehingga pihak berwenang mengevakuasi keluarga-keluarga tersebut dan menempatkan mereka di sebuah sekolah, lansir Anadolu (1/9/2026).

Di Siliana, Komisaris Regional untuk Pembangunan Pertanian, Jamal Al-Farchichi, mengatakan bahwa angin kencang menyebabkan kebakaran di Gunung Boulemane meluas hingga mencapai kawasan Ain Bousadia di distrik Bargou, yang berbatasan dengan Kairouan.

Sejumlah keluarga telah dievakuasi dari wilayah tersebut dan ditempatkan di pusat pelatihan serta perkemahan musim panas, ujarnya, seraya menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Dua pesawat militer dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sementara bantuan tambahan tiba dari provinsi Zaghouan, Kairouan, dan Kef, kata Al-Farchichi.

Pada Ahad, kantor berita resmi Tunisia melaporkan bahwa 10 keluarga telah dievakuasi dari area dekat gunung tersebut, sementara sebuah rumah sakit setempat menerima 18 orang yang mengalami serangan panik akibat kebakaran yang kembali berkobar.

Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Tunisia, dengan suhu mencapai 49,8 derajat Celsius (121,6 derajat Fahrenheit) di Kairouan, menurut Observatorium Cuaca dan Iklim Tunisia. (haninmazaya/arrahmah.id)