DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah ledakan mengguncang kawasan Jaramana, pinggiran tenggara ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (6/8/2026). Insiden yang terjadi di wilayah berpenduduk mayoritas Druze itu kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan Suriah, meski pemerintah baru terus berupaya memulihkan stabilitas pascajatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Menurut laporan Associated Press (AP) dan Al Jazeera (6/8), ledakan berasal dari sebuah kendaraan yang berada di kawasan Jaramana. Tim penyelamat dan aparat keamanan segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan area, serta menyelidiki penyebab pasti ledakan.
Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik ledakan tersebut.
Aparat keamanan juga memperketat penjagaan di sejumlah titik masuk menuju Jaramana guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
"Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab ledakan dan pihak yang bertanggung jawab. Aparat keamanan telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi," kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah, sebagaimana dikutip AP.
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan bangunan di sekitar lokasi.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung dari lokasi kejadian, sementara warga berupaya membantu korban sebelum ambulans tiba. Namun, otoritas meminta masyarakat menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden.
Jaramana merupakan salah satu kawasan penting di pinggiran Damaskus yang dihuni mayoritas komunitas Druze serta sejumlah warga Kristen. Wilayah ini beberapa kali mengalami ketegangan keamanan dalam beberapa tahun terakhir akibat bentrokan bersenjata, aksi kriminal, maupun serangan bom.
Setelah perubahan pemerintahan di Suriah pada akhir 2025, pemerintah transisi berupaya memperkuat kontrol keamanan di berbagai wilayah, termasuk Damaskus dan sekitarnya.
Insiden terbaru ini terjadi ketika Suriah tengah berupaya menarik investasi dan menghidupkan kembali sektor ekonomi serta pariwisata setelah bertahun-tahun dilanda perang. Namun, sejumlah pengamat menilai ancaman dari kelompok bersenjata dan sel-sel ekstremis yang masih aktif tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintahan baru dalam menjaga stabilitas nasional. (hanoum/arrahmah.id)
