Memuat...

Massa Pro-Palestina Kepung Gedung Putih Saat Netanyahu Berkunjung

Hanoum
Rabu, 29 Juli 2026 / 15 Safar 1448 07:16
Massa Pro-Palestina Kepung Gedung Putih Saat Netanyahu Berkunjung
Massa pro-Palestina menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu. [Foto: Anadolu Agency]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu untuk bertemu Presiden Donald Trump. Para pengunjuk rasa menuntut penghentian bantuan senjata AS kepada 'Israel' serta menyerukan pertanggungjawaban atas operasi militer 'Israel' di Jalur Gaza.

Aksi yang berlangsung di Washington DC pada Senin dan Selasa waktu setempat itu diwarnai pengibaran bendera Palestina, spanduk bertuliskan “Free Palestine”, serta seruan agar pemerintah AS menghentikan dukungan militer kepada Israel. Demonstrasi digelar ketika Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Trump mengenai situasi di Gaza, hubungan regional, dan keamanan Timur Tengah.

Dilansir Anadolu Agency (28/7/2026), para demonstran menilai dukungan militer Washington telah memperpanjang konflik di Gaza yang telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Mereka juga menyoroti sikap pemerintah AS yang tetap menjadi pemasok utama persenjataan bagi 'Israel' di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap perang yang berlangsung sejak Oktober 2023.

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta membawa poster yang menyerukan penangkapan Netanyahu. Tuntutan itu muncul setelah sebuah jajak pendapat yang dikutip dalam demonstrasi menunjukkan sekitar 49 persen responden mendukung penangkapan pemimpin Israel tersebut apabila ada dasar hukum yang memungkinkan.

Seorang demonstran yang hadir dalam aksi tersebut mengatakan, "Kami ingin pemerintah Amerika menghentikan pengiriman senjata ke Israel. Uang pajak kami tidak boleh digunakan untuk mendukung penderitaan warga sipil."

Pernyataan itu mencerminkan tuntutan utama para peserta aksi yang mendesak perubahan kebijakan luar negeri Washington terhadap konflik Palestina-Israel.

Gelombang protes terhadap Netanyahu bukan kali pertama terjadi di Amerika Serikat. Dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya, ribuan aktivis pro-Palestina juga turun ke jalan di Washington dan New York untuk menentang kebijakan 'Israel' di Gaza serta menuntut gencatan senjata permanen.

Kunjungan Netanyahu ke Washington kali ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan politik internasional. Di Amerika Serikat sendiri, perdebatan mengenai dukungan militer kepada 'Israel' semakin menguat, sementara sejumlah tokoh politik dan kelompok hak asasi manusia terus menyerukan peninjauan ulang hubungan pertahanan kedua negara.

Meski demonstrasi berlangsung dengan pengamanan ketat di sekitar Gedung Putih, aksi berjalan relatif damai. Namun, unjuk rasa tersebut kembali menunjukkan bahwa perang Gaza dan dukungan AS terhadap 'Israel' masih menjadi isu yang memecah opini publik Amerika serta memicu mobilisasi massa dalam skala besar. (hanoum/arrahmah.id)