KATHMANDU (Arrahmah.id) – Bentrokan komunal antara kelompok warga Hindu dan Muslim mengguncang wilayah Sunsari, Nepal tenggara, dekat perbatasan India, pada akhir pekan lalu. Kerusuhan yang dipicu perselisihan terkait penggunaan pengeras suara dan pemasangan bendera keagamaan itu menewaskan seorang pemuda Hindu setelah polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan massa yang bentrok.
Dilansir Sanantha Prabhat (28/7/2026), kerusuhan terjadi ketika ketegangan antara dua komunitas meningkat dan berkembang menjadi aksi saling serang. Aparat keamanan dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
Dalam upaya membubarkan massa, polisi melepaskan tembakan yang mengenai seorang pemuda Hindu hingga meninggal dunia. Beberapa warga serta anggota kepolisian juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Pemerintah daerah segera memberlakukan pembatasan aktivitas dan meningkatkan pengamanan guna mencegah meluasnya kerusuhan. Pasukan keamanan tambahan ditempatkan di sejumlah titik rawan, sementara masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Seorang pejabat keamanan setempat mengatakan situasi mulai terkendali setelah aparat diterjunkan dalam jumlah besar.
"Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan rumor yang dapat memperburuk keadaan. Prioritas kami adalah menjaga ketertiban dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut," ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip media setempat.
Insiden di Sunsari menambah daftar ketegangan komunal yang dalam beberapa tahun terakhir sesekali muncul di Nepal, meskipun bentrokan antara komunitas Hindu dan Muslim relatif jarang terjadi di negara mayoritas Hindu tersebut.
Awal tahun ini, pemerintah Nepal juga sempat memberlakukan jam malam di Kota Birgunj setelah vandalisme terhadap sebuah masjid memicu demonstrasi dari kedua komunitas.
Hingga berita ini ditulis, situasi keamanan dilaporkan berangsur kondusif, namun aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan di wilayah tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
