Memuat...

Mualaf Keturunan Yahudi Ditahan usai Ikut Freedom Flotilla ke Gaza

Hanoum
Senin, 25 Mei 2026 / 9 Zulhijah 1447 11:06
Mualaf Keturunan Yahudi Ditahan usai Ikut Freedom Flotilla ke Gaza
Aktivis Israel Zohar Chamberlain Regev (kiri, lahir dan besar di Kibbutz Kfar Hahoresh dekat Nazareth), anggota armada yang menuju Gaza dan salah satu dari puluhan aktivis yang ditahan ketika armada tersebut dicegat oleh pasukan Israel, tiba di pengadilan di Ashkelon, Israel pada 21 Mei 2026. [Foto : Jack GUEZ / AFP via Getty Images]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Seorang aktivis pro-Palestina bernama Zohar Regev menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan masih ditahan otoritas 'Israel' usai mengikuti misi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Jalur Gaza. Perempuan yang lahir dari keluarga Yahudi di Palestina dan pernah memegang kewarganegaraan 'Israel' itu diketahui telah memeluk Islam dan aktif menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina.

Dilansir India's News (24/5/2026), Zohar Regev ditangkap setelah pasukan Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Gaza di Laut Mediterania pekan ini. Sebagian besar aktivis internasional yang ikut dalam misi tersebut telah dibebaskan dan dideportasi, namun sejumlah laporan menyebut Zohar masih berada dalam tahanan 'Israel'.

Freedom Flotilla merupakan gerakan internasional yang mengirim kapal bantuan dan aktivis ke Gaza untuk memprotes blokade 'Israel' terhadap wilayah Palestina tersebut. Operasi terbaru itu melibatkan aktivis dari berbagai negara yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza di tengah perang dan krisis pangan berkepanjangan.

Menurut sejumlah aktivis pro-Palestina, Zohar Regev lahir sekitar 54 tahun lalu dari keluarga Yahudi di Palestina sebelum akhirnya meninggalkan 'Israel' dan memeluk Islam. Setelah menjadi mualaf, ia aktif dalam kegiatan solidaritas Palestina dan kampanye internasional untuk mengakhiri blokade Gaza.

Dalam unggahan solidaritas yang beredar luas di media sosial, para pendukung Palestina menyebut Zohar sebagai simbol persatuan lintas agama dan kemanusiaan. Salah satu aktivis menulis, “Ketika perempuan ini memeluk Islam, ia menjadi saudari kami. Kami peduli terhadap nasibnya dan berjuang untuk pembebasannya.”

Pemerintah 'Israel' sebelumnya menyatakan seluruh kapal Freedom Flotilla dicegat karena dianggap melanggar blokade laut Gaza yang diberlakukan sejak Hamas menguasai wilayah tersebut pada 2007. 'Israel' menegaskan tindakan itu dilakukan demi alasan keamanan dan untuk mencegah masuknya senjata ke Gaza.

Namun sejumlah organisasi HAM internasional mengecam penahanan para aktivis sipil tersebut. Amnesty International dan Human Rights Watch meminta 'Israel' menghormati hak-hak para tahanan dan memastikan tidak ada perlakuan kasar selama penahanan.

Kasus Zohar Regev juga memicu perhatian luas di media sosial karena latar belakangnya sebagai mantan warga 'Israel' keturunan Yahudi yang kini aktif mendukung perjuangan Palestina. Banyak pengguna media sosial menyebut kisahnya sebagai contoh bahwa solidaritas Palestina tidak terbatas pada identitas agama maupun kebangsaan. (hanoum/arrahmah.id)