Memuat...

Muhammadiyah Siapkan Rumah Lansia di Bogor

Ameera
Rabu, 19 Agustus 2026 / 7 Rabiulawal 1448 13:42
Muhammadiyah Siapkan Rumah Lansia di Bogor
Muhammadiyah Siapkan Rumah Lansia di Bogor

BOGOR (Arrahmah.id) - Muhammadiyah mengambil langkah nyata dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan warga lanjut usia (lansia).

Melalui Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kawasan Layangsari, Bogor Selatan, disiapkan menjadi hunian terpadu Muhammadiyah Senior Care (MSC) yang mengedepankan pelayanan humanis dan pemberdayaan warga senior.

Mengutip laman Suara Muhammadiyah, fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi tersebut tidak dirancang sekadar sebagai tempat penitipan atau perawatan lansia.

Muhammadiyah ingin menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan yang memungkinkan warga senior tetap aktif berkarya, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sosial yang sehat.

Tim MPKS PP Muhammadiyah telah meninjau kesiapan lokasi vila tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan aspek kelembagaan, sumber daya manusia, serta konsep pelayanan dapat dipersiapkan sebelum MSC resmi beroperasi.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, menilai lokasi di Layangsari memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi Muhammadiyah Senior Care.

Namun, ia menekankan bahwa kesiapan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperkuat.

“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman Darto, Sabtu (15/8/2026).

Petakan Kebutuhan Lansia

Sebelum program berjalan, pengelola akan melakukan pemetaan terhadap kondisi sosial dan kebutuhan warga senior di sekitar kawasan Layangsari. Langkah tersebut diperlukan agar program yang disusun tidak bersifat seragam, melainkan sesuai dengan kebutuhan nyata para lansia.

Menurut Mariman, pelayanan terhadap lansia membutuhkan pendamping yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesabaran dan empati. Kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik dengan warga senior.

“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” kata Mariman.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan hunian yang hangat dan nyaman. Para pendamping nantinya tidak hanya berfokus pada aspek perawatan, tetapi juga memperhatikan kebahagiaan, komunikasi, serta kebutuhan sosial dan psikologis para lansia.

Lansia Bukan Beban

Pendirian Muhammadiyah Senior Care juga menjadi bagian dari respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, jumlah lansia Indonesia mencapai 34,07 juta jiwa atau sekitar 11,97 persen dari total populasi nasional.

Ketua MPKS PWM DKI Jakarta, Iqbal Rais, menegaskan bahwa keberadaan lansia harus dipandang sebagai potensi, bukan beban. Karena itu, program Senior Care diarahkan untuk menjaga agar warga senior tetap aktif dan memiliki ruang untuk berkontribusi.

“Lansia bukan beban. Kita ingin menguatkan, memproduktifkan, dan mengaktifkan mereka agar menjadi pendukung utama gerakan Persyarikatan,” tegas Iqbal Rais.

Program tersebut nantinya tidak hanya mengandalkan kegiatan keagamaan formal. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan akan dipadukan dengan berbagai aktivitas seperti seni, musik, diskusi kelompok, serta kegiatan sosial yang dapat menjaga produktivitas dan interaksi antarwarga senior.

Konsep ini sekaligus menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kehidupan lanjut usia. Lansia tidak ditempatkan sebagai kelompok yang hanya membutuhkan bantuan, tetapi sebagai individu yang tetap memiliki pengalaman, gagasan, kemampuan, dan kontribusi bagi masyarakat.

Dengan konsep pelayanan yang mengutamakan empati, pemberdayaan, dan interaksi sosial, Muhammadiyah Senior Care di Layangsari, Bogor Selatan, diharapkan dapat menjadi model pelayanan lansia yang lebih manusiawi.

Kehadiran fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun ekosistem sosial yang memastikan warga senior tetap dihargai, didengar, dan memiliki ruang untuk terus berkarya.

(ameera/arrahmah.id)