Memuat...

Angkatan Bersenjata Yaman Serang Kilang Aramco di Jizan

Zarah Amala
Rabu, 19 Agustus 2026 / 7 Rabiulawal 1448 11:05
Angkatan Bersenjata Yaman Serang Kilang Aramco di Jizan
Yaman mengumumkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas Saudi Aramco. (Foto: Cuplikan video, via media sosial)

SANA'A (Arrahmah.id) - Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah menargetkan kilang Aramco di wilayah Jizan, Arab Saudi, dengan sejumlah drone pada Selasa (18/8/2026), di tengah kembali meningkatnya eskalasi militer antara Sanaa dan Riyadh.

Sumber militer mengatakan kepada kantor berita SABA milik Yaman bahwa drone-drone tersebut berhasil menghantam fasilitas itu secara langsung dan tepat sasaran.

Menurut sumber tersebut, operasi dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran Arab Saudi terhadap kedaulatan dan wilayah udara Yaman di provinsi utara Saada dan Hajjah.

Ansarallah berulang kali memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap wilayah atau wilayah udara Yaman akan dibalas dengan tindakan militer terhadap kepentingan Saudi.

Operasi terbaru tersebut menjadi serangan lain terhadap infrastruktur energi Saudi, ketika Sanaa memperluas cakupan langkah yang digunakan dalam konfrontasi yang kembali meningkat dengan Riyadh.

Serangan terhadap Aramco terjadi sehari setelah Ansarallah mengumumkan serangan besar lainnya terhadap aset militer Saudi di Laut Merah.

Ansarallah menyatakan telah menargetkan sebuah kapal pendarat militer Saudi beserta empat kapal militer yang mengawalnya di lepas pantai Mokha.

Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan Sanaa terus memantau secara ketat pergerakan pasukan dan pembangunan kekuatan militer Saudi. Ia memperingatkan bahwa pengerahan tersebut akan tetap menjadi sasaran operasi, baik di darat maupun di laut.

Saree menegaskan bahwa Ansarallah akan terus menargetkan konsentrasi kekuatan militer Saudi di mana pun berada.

Peringatan tersebut disampaikan setelah serangkaian operasi rudal dan drone terhadap posisi militer serta fasilitas persenjataan Saudi di Mokha dan Marib, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.

Sanaa menggambarkan perluasan operasi tersebut sebagai bagian dari prinsip yang mereka sebut “blokade dibalas blokade”. Dalam kerangka tersebut, kepentingan militer dan ekonomi Saudi menjadi sasaran sebagai respons terhadap langkah-langkah yang diberlakukan terhadap Yaman.

Kementerian Luar Negeri di Sanaa kembali menegaskan posisi tersebut setelah eskalasi terbaru.

“Semakin rezim Saudi melanjutkan langkah-langkah eskalasinya, semakin besar pula respons yang akan diterimanya,” kata kementerian tersebut.

Sanaa menuduh Riyadh mengingkari komitmen-komitmen sebelumnya serta memberlakukan pembatasan yang semakin berat terhadap Yaman.

Sanaa mengatakan kebijakan “blokade dibalas blokade” diambil untuk menghadapi langkah-langkah Saudi sekaligus mengurangi dampak kemanusiaan dari pembatasan yang telah berlangsung lama terhadap penduduk Yaman. (zarahamala/arrahmah.id)