Memuat...

AS Tawarkan Hadiah $10 Juta untuk Informasi Terkait Lima Tersangka Peretasan Iran

Zarah Amala
Rabu, 19 Agustus 2026 / 7 Rabiulawal 1448 12:01
AS Tawarkan Hadiah $10 Juta untuk Informasi Terkait Lima Tersangka Peretasan Iran
Para anggota jaringan tersebut bekerja sama dengan Institut Mabna yang berbasis di Iran (Shutterstock)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan dakwaan baru dan diperbarui terhadap 17 orang yang bekerja dengan sebuah perusahaan Iran yang dituduh melakukan peretasan dan pencurian data dengan menargetkan universitas, perusahaan, serta lembaga pemerintah Amerika Serikat.

Departemen tersebut mengungkap dakwaan baru yang menargetkan delapan orang tambahan, setelah sebelumnya mendakwa sembilan orang pada 2018. Para jaksa menawarkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS untuk informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan lima di antaranya.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa para individu tersebut bekerja dengan Mabna Institute, yang berbasis di Iran. Mereka diduga melakukan kampanye peretasan atas nama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta sejumlah pihak lain dari pemerintah dan universitas Iran.

Departemen tersebut menyatakan bahwa kampanye peretasan itu menargetkan ratusan universitas di Amerika Serikat dan negara-negara lain, puluhan perusahaan Amerika, serta sedikitnya lima lembaga pemerintah di tingkat negara bagian maupun federal.

Operasi yang sebagian besar berlangsung antara 2013 dan 2017 tersebut terutama bertujuan mencuri data ilmiah dan kekayaan intelektual.

Kasus ini kini mencakup operasi peretasan yang menargetkan 144 universitas di Amerika Serikat, 178 universitas asing, sedikitnya 42 perusahaan Amerika, 11 perusahaan asing, lima lembaga pemerintah AS, dan dua organisasi nonpemerintah.

Menurut Departemen Kehakiman, para peretas diyakini menargetkan lebih dari 100 ribu akun milik profesor universitas. Mereka juga diduga mencuri sekitar 31,5 terabita data, termasuk artikel ilmiah, tesis, dan berbagai hasil penelitian lainnya.

Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, Jimmy McDonald, mengatakan, “Lebih dari delapan tahun setelah dakwaan awal diumumkan, dakwaan ini dengan jelas menegaskan bahwa berlalunya waktu tidak akan menghalangi kami mengejar pihak-pihak yang menargetkan Amerika Serikat dari luar negeri.”

Pada 2018, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap sembilan orang yang pertama kali didakwa, serta seorang tersangka ke-10 yang dituduh terlibat dalam upaya memeras jaringan HBO dengan mencuri naskah episode serial Game of Thrones yang belum ditayangkan. (zarahamala/arrahmah.id)