Memuat...

Mujahid: Kami Ingin Hubungan Baik dengan AS, dan Kebijakan Masa Perang Diubah

Hanin Mazaya
Ahad, 30 Agustus 2026 / 18 Rabiulawal 1448 11:23
Mujahid: Kami Ingin Hubungan Baik dengan AS, dan Kebijakan Masa Perang Diubah
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengatakan kepada sebuah media India bahwa pemerintah saat ini ingin mengubah kebijakan masa perang dan mengupayakan hubungan baik dengan Amerika Serikat.

Mujahid menambahkan bahwa Imarah Islam menginginkan Kedutaan Besar AS di Kabul dan Kedutaan Besar Afghanistan di Washington kembali beroperasi, serta hubungan diplomatik antara kedua negara dinormalisasi, lansir Tolo News (29/8/2026).

Mujahid mengatakan: "Afghanistan menginginkan hubungan yang baik, dan kami ingin kebijakan masa perang diubah. Kami ingin Kedutaan Besar AS kembali beroperasi di Afghanistan, kedutaan besar kami di Washington kembali menjalankan kegiatannya, dan hubungan diplomatik yang normal antara kedua negara dipulihkan."

Di bagian lain wawancara tersebut, Mujahid mengatakan bahwa Imarah Islam tidak menginginkan perang di kawasan ini dan tidak akan mendukung satu negara untuk melawan negara lain, termasuk Pakistan.

Mujahid juga menekankan bahwa kesepakatan antarnegara Islam bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, seraya menambahkan bahwa kesepakatan semacam itu didasarkan pada kepentingan masing-masing negara dan bermanfaat bagi dunia Islam.

Ia menambahkan: "Hal ini tidak membuat kami khawatir karena negara-negara tersebut membuat kesepakatan berdasarkan kepentingan mereka sendiri. Keamanan Arab Saudi itu penting. Turki dan Pakistan juga merupakan negara-negara Islam yang penting. Jika mereka mencapai kesepakatan mengenai suatu masalah, kami memandangnya sebagai kerja sama antarnegara Islam, dan secara keseluruhan, hal itu bermanfaat bagi dunia Islam. Hal ini tidak mengancam kami karena kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tersebut. Seperti yang saya katakan sebelumnya, agresi baru-baru ini dipicu oleh Pakistan, namun kami menganggapnya sebagai masalah lokal. Kami ingin masalah ini diselesaikan. Tidak ada satu pun dari negara-negara tersebut yang menjadi musuh kami."

Wahid Faqiri, seorang analis hubungan internasional, mengatakan: "Setiap pemerintah perlu menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara-negara tetangga maupun negara-negara lain. Inilah kekuatan diplomasi. Namun, perbedaan pendapat terkadang muncul, dan negara-negara juga harus mengelola perbedaan tersebut."

Terkait pengakuan terhadap Imarah Islam, Mujahid mengatakan bahwa keputusan tersebut bergantung pada kondisi dan kepentingan masing-masing negara, seraya menambahkan bahwa Kabul memiliki hubungan formal dengan sejumlah negara di kawasan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)