VENESIA (Arrahmah.id) - Sebuah film dokumenter baru yang mengangkat kejahatan 'Israel' dan pembunuhan massal di Jalur Gaza menjadi tambahan terakhir dalam daftar peserta Festival Film Venesia tahun ini.
Film berjudul “Naza” tersebut disutradarai Yuval Abraham dan Rachel Szor, dua sineas yang sebelumnya terlibat dalam film dokumenter Palestina “No Other Land”, yang meraih penghargaan Oscar.
Judul Naza merupakan akronim yang berkaitan dengan militer 'Israel'. Sejumlah laporan menyebut istilah tersebut digunakan oleh intelijen 'Israel' sebagai eufemisme untuk menunjukkan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan udara.
Para pembuat film mengatakan dokumenter tersebut memuat kesaksian dan sebagian pengambilan gambarnya dilakukan pada malam hari dari atas gedung-gedung di Tel Aviv.
Keikutsertaan ini menjadi kali pertama Abraham dan Szor bersaing memperebutkan Golden Lion, penghargaan utama Festival Film Venesia yang akan diumumkan pada upacara penutupan 12 September.
Naza digambarkan sebagai dokumenter yang mengungkap sistem di balik apa yang disebut para pembuatnya sebagai pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza yang diperhitungkan 'Israel'.
Para sutradara mengatakan film tersebut dibangun berdasarkan investigasi yang dilakukan pada 2023–2025 oleh media berbahasa Ibrani +972 Magazine, Local Call, dan The Guardian.
Film ini menjadi satu-satunya dokumenter yang masuk dalam kategori kompetisi utama Festival Film Venesia tahun ini.
Naza diproduksi oleh The Guardian bersama James Wilson dari JW Films, dengan sutradara Jonathan Glazer sebagai produser eksekutif.
Film tersebut dijadwalkan diputar pada 10 September di Sala Grande, Palazzo del Cinema, Venesia, dengan kehadiran jurnalis, sutradara, dan produser.
Lebih dari 73.000 Warga Palestina Tewas
Perang 'Israel' di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan menghancurkan sejumlah besar kawasan permukiman di wilayah tersebut.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata tercapai pada Oktober, 'Israel' masih terus melakukan serangan dan pelanggaran terhadap gencatan senjata tersebut, yang menurut laporan menyebabkan kematian warga Palestina hampir setiap hari. (zarahamala/arrahmah.id)
