Memuat...

Warga Sipil Jadi Korban Drone di Sudan, Puluhan Ribu Terus Mengungsi

Zarah Amala
Sabtu, 29 Agustus 2026 / 17 Rabiulawal 1448 12:33
Warga Sipil Jadi Korban Drone di Sudan, Puluhan Ribu Terus Mengungsi
Warga sipil jadi sasaran drone di Sudan (Foto: tangkapan video)

AL-UBAYYID (Arrahmah.id) - Gelombang pengungsian di Sudan terus meningkat akibat pertempuran sengit antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF), terutama di wilayah Nil Biru dan Kordofan Selatan.

Dalam beberapa hari terakhir, Kota Al-Ubayyid menerima ratusan keluarga yang mengungsi dari sejumlah wilayah, termasuk Al-Shagla, Umm Drissa, dan Umm Arda. Menurut pejabat bantuan kemanusiaan setempat, sekitar 270.000 orang telah mengungsi ke wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Di Kamp Qoz al-Salam di Kota Kosti, sejumlah pengungsi mengalami luka akibat serangan drone RSF yang menyasar rumah dan permukiman mereka di Dilling dan Kadugli. Sebagian besar korban mengalami luka pada kaki dan tungkai.

Para pengungsi membutuhkan perawatan medis lebih lanjut. Klinik sederhana di dalam kamp hanya mampu memberikan pertolongan pertama, sementara sejumlah pasien harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Di tengah kondisi sulit tersebut, perempuan dan anak-anak terlihat berusaha mengatasi trauma akibat serangan drone dengan menyanyi dan melantunkan lagu-lagu tradisional.

Sementara itu, komandan Divisi Infanteri Keempat di wilayah Nil Biru, Mayjen Ismail al-Tayeb Hassan, mengunjungi pasukan Sudan di kawasan bersejarah Fazughli setelah mereka mengklaim berhasil menggagalkan serangan RSF dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara.

Di sisi lain, RSF mengklaim telah menguasai dua pangkalan strategis, Sarkam dan Bakouri, di wilayah Nil Biru. RSF menyebut operasi tersebut sebagai perkembangan penting dalam medan perang.

Sejak Februari lalu, aliansi RSF dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara terlibat dalam pertempuran sengit untuk merebut wilayah Nil Biru dari militer Sudan. (zarahamala/arrahmah.id)