Memuat...

Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Menkeu Soroti Keanehan Pelemahan Rupiah

Ameera
Rabu, 21 Januari 2026 / 3 Syakban 1447 19:58
Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Menkeu Soroti Keanehan Pelemahan Rupiah
Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Menkeu Soroti Keanehan Pelemahan Rupiah

JAKARTA (Arrahmah.id) - Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), meski aliran dana asing ke pasar modal tercatat cukup deras.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik menanyakan langsung kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter.

“Kalau Anda tanya kenapa ketika kapital masuk ke sini besar tapi rupiahnya melemah, coba tanya ke bank sentral. Itu kan otoritasnya Bank Sentral. Saya tidak bisa intervensi untuk menjelaskan,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Purbaya juga enggan berkomentar lebih jauh terkait pelemahan rupiah yang terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan hari ini, rupiah berada di level Rp16.955 per dolar AS, sementara IHSG dibuka menguat di posisi 9.094,42.

“Rupiah nanti pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” lanjutnya.

Sementara itu, analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan oleh sikap wait and see investor menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung esok hari.

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga mencermati dinamika politik domestik, khususnya terkait isu jabatan di bank sentral.

“Rupiah terbebani oleh berita pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap aspek independensi Bank Indonesia ke depan,” kata Lukman.

Secara teknikal, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif hingga pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia.

Pelaku pasar juga diprediksi akan terus memantau respons otoritas moneter terhadap isu transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral.

(ameera/arrahmah.id)

menkeubank indonesiadolar ASrupiah