Memuat...

Prabowo: Pengusaha Harus Nasionalis, Jangan Cari Untung dengan Melanggar Aturan

Ameera
Rabu, 10 Juni 2026 / 25 Zulhijah 1447 22:01
Prabowo: Pengusaha Harus Nasionalis, Jangan Cari Untung dengan Melanggar Aturan
Prabowo: Pengusaha Harus Nasionalis, Jangan Cari Untung dengan Melanggar Aturan

BANDAR LAMPUNG (Arrahmah.id) — Presiden RI Prabowo Subianto membantah anggapan bahwa dirinya tidak menyukai atau ingin mengusir investor asing dari Indonesia.

Menurut Prabowo, justru banyak investor luar negeri yang saat ini menunjukkan keseriusan untuk menanamkan modal dan membangun usaha di Tanah Air.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026).

"Ada yang mengatakan, Prabowo tidak suka dan nanti akan mengusir investor-investor asing. Ternyata tidak seperti itu, saya ketemu banyak investor-investor yang akan masuk," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa berbagai kebijakan yang diambil pemerintah kerap menuai kritik dari sejumlah pihak.

Namun, ia meyakini langkah yang ditempuh berada di jalur yang benar, terutama dalam upaya menegakkan hukum dan melindungi kepentingan bangsa.

Menurutnya, masih ada pihak-pihak yang tidak menyukai penerapan aturan yang tegas karena lebih nyaman dengan situasi yang tidak tertib.

"Tapi kita mengerti bahwa di antara kita ada yang selalu tidak suka dengan berlakunya hukum. Mereka suka keadaan yang liar. Jadi saudara, saya titip HIPMI bangkitlah dengan semangat cinta tanah air yang luar biasa," ujarnya.

Dalam sambutannya, Prabowo juga melontarkan candaan kepada para pengusaha yang hadir. Ia menyebut banyak pengusaha Indonesia memiliki "dosa" dalam praktik bisnis di masa lalu, karena dirinya sudah lama mengenal dunia usaha nasional.

"Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lo, enggak bisa bohong sama gue, gue sudah ngerti lo," ucapnya yang disambut tawa peserta.

Prabowo mengatakan dirinya telah mengenal banyak tokoh HIPMI sejak lama. Namun, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk tidak terus berkutat pada kesalahan masa lalu dan lebih fokus membangun masa depan Indonesia.

"Saudara-saudara, tapi sudahlah ya nggak apa-apa. Dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum. Saudara akan kalah," tuturnya.

Dengan nada bercanda, Prabowo kembali menegaskan bahwa dirinya mengetahui karakter banyak pengusaha yang tergabung dalam HIPMI.

"Karena saya kenal tokoh-tokoh HIPMI semua hampir semuanya ya. Kelakuannya sudah saya kenal semuanya. Itu juga. Jadi jangan macam-macam, aku sudah tahu kelakuanmu, semua itu gelagatnya pun sudah saya tahu," katanya.

Prabowo menilai HIPMI memiliki peran strategis sebagai wadah lahirnya generasi pengusaha muda Indonesia. Namun, menurutnya, kemampuan berbisnis harus dibarengi dengan semangat nasionalisme yang kuat.

Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari rasa cinta tanah air dan komitmen untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Wawasan nasionalisme sangat penting. Tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme," pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)