Memuat...

Prabowo Sampaikan Terima Kasih kepada Erdogan atas Bantuan Pembebasan 9 WNI Relawan Kemanusiaan yang Ditahan "Israel"

Ameera
Rabu, 3 Juni 2026 / 18 Zulhijah 1447 20:26
Prabowo Sampaikan Terima Kasih kepada Erdogan atas Bantuan Pembebasan 9 WNI Relawan Kemanusiaan yang Ditahan "Israel"
Prabowo Sampaikan Terima Kasih kepada Erdogan atas Bantuan Pembebasan 9 WNI Relawan Kemanusiaan yang Ditahan "Israel"

JAKARTA (Arrahmah.id) – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan atas dukungan pemerintah Turki dalam membantu membebaskan dan memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh "Israel" saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Ucapan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Presiden Erdogan dan pemerintah Turki atas peran aktif mereka dalam memfasilitasi kepulangan para relawan Indonesia yang tergabung dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

“Dalam pertemuan dengan Menlu Fidan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintah Turki atas dukungan tak ternilai dalam memfasilitasi kepulangan sembilan WNI yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono.

Sembilan WNI tersebut sebelumnya ditangkap oleh pasukan "Israel" di perairan internasional ketika sedang berlayar bersama armada kemanusiaan GSF menuju Jalur Gaza.

Misi tersebut bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menembus blokade yang diberlakukan "Israel" terhadap wilayah Palestina tersebut.

Para relawan akhirnya dibebaskan dan berhasil dipulangkan ke Indonesia pada 24 Mei 2026.

Mereka terdiri atas jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, mantan jurnalis iNews Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Selain sembilan relawan tersebut, dua WNI lainnya yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati juga telah kembali ke Tanah Air. Keduanya berada di Turki untuk membantu proses advokasi, pembebasan, dan pemulangan para relawan Indonesia yang ditahan.

Maimon diketahui merupakan anggota Komite Pengarah Global Sumud Flotilla sekaligus Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Sementara itu, berdasarkan kesaksian sejumlah relawan yang dibagikan Chiki Fawzi, para anggota armada kemanusiaan mengalami perlakuan keras selama berada dalam tahanan "Israel".

Mereka mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik, termasuk ditendang, diinjak, dan disetrum oleh aparat yang menahan mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Hakan Fidan tidak hanya membahas pembebasan WNI, tetapi juga bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik terkini di Timur Tengah, terutama terkait situasi di Palestina dan Iran.

Menurut Sugiono, Indonesia dan Turki memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Sebagai sesama negara Global South, Indonesia dan Turki sepakat memperkuat koordinasi dalam mempromosikan de-eskalasi dan resolusi damai dalam konflik-konflik di kawasan sambil terus mengadvokasi keadilan bagi bangsa Palestina,” kata Sugiono.

Pertemuan tersebut menegaskan eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Turki, sekaligus menunjukkan komitmen kedua negara dalam mendukung upaya kemanusiaan dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

(ameera/arrahmah.id)