Memuat...

Pulang Berbelanja, Satu Keluarga Palestina Tewas Ditembak Kepalanya oleh IDF

Hanoum
Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 06:40
Pulang Berbelanja, Satu Keluarga Palestina Tewas Ditembak Kepalanya oleh IDF
Satu keluarga Palestina ditembak semuanya di kepla oleh Tentara Israel. [Foto : Huffton News]

TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Satu keluarga Palestina yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak mereka tewas setelah ditembak pasukan 'Israel' di Tepi Barat. Insiden tersebut terjadi ketika keluarga itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berbelanja, dan laporan medis menyebut seluruh korban meninggal akibat tembakan di bagian kepala. Peristiwa ini memicu kecaman dari otoritas Palestina serta organisasi hak asasi manusia internasional.

Dilansir The Guardian (16/3/2026), korban diidentifikasi sebagai Ali Bani Odeh (37), istrinya Waad (35), serta dua anak mereka yang masih kecil, Mohammed (5) dan Othman (7). Mereka ditembak saat berada di dalam kendaraan keluarga di kota Tammun, wilayah Tepi Barat yang diduduki 'Israel'. Tim medis Palestina mengatakan seluruh korban mengalami luka tembak fatal, sementara dua anak lainnya yang berada di mobil yang sama dilaporkan selamat namun mengalami luka akibat pecahan peluru.

Saksi mata dan keluarga korban menyebutkan bahwa keluarga tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah membeli kebutuhan menjelang perayaan Idul Fitri. Beberapa laporan menyebut para korban ditembak di bagian kepala dari jarak dekat ketika kendaraan mereka dihentikan oleh pasukan 'Israel'.

Pihak militer 'Israel' menyatakan penembakan terjadi karena kendaraan tersebut diduga melaju ke arah pasukan mereka sehingga dianggap sebagai ancaman keamanan. Namun hingga kini insiden tersebut masih dalam penyelidikan, sementara kelompok hak asasi manusia menuntut penyelidikan independen terkait penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan kekerasan di wilayah Tepi Barat, terutama setelah eskalasi konflik regional yang melibatkan 'Israel' dan Iran. Laporan media internasional menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir puluhan warga Palestina tewas dalam berbagai operasi militer dan serangan di wilayah tersebut.

Data lembaga pemantau konflik menunjukkan bahwa kekerasan di Tepi Barat meningkat tajam sejak perang Gaza pecah pada 2023 dan terus berlanjut hingga 2026. Ribuan warga Palestina telah menjadi korban tewas dalam berbagai operasi militer, bentrokan, maupun serangan oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan tersebut.

Otoritas Palestina mengecam penembakan terhadap keluarga tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan pembunuhan di luar proses hukum terhadap warga sipil. Sementara itu, berbagai organisasi internasional kembali menyerukan penyelidikan transparan serta perlindungan yang lebih kuat bagi warga sipil di wilayah konflik. (hanoum/arrahmah.id)