Memuat...

Selat Hormuz Memanas, AS Jatuhkan Drone Kamikaze Iran di Tengah Pembahasan Draf Pencabutan Sanksi

Zarah Amala
Sabtu, 13 Juni 2026 / 28 Zulhijah 1447 10:30
Selat Hormuz Memanas, AS Jatuhkan Drone Kamikaze Iran di Tengah Pembahasan Draf Pencabutan Sanksi
Komando Pusat AS mengumumkan bahwa lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz terus berlanjut tanpa hambatan (Al Jazeera).

TEHERAN (Arrahmah.id) - Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer Iran telah meluncurkan sejumlah pesawat nirawak satu arah (kamikaze) untuk menargetkan kapal-kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz. Serangan mendadak ini meletus di tengah bergulirnya jalur negosiasi diplomatik intensif antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir.

Pihak CENTCOM menegaskan bahwa armada militer AS berhasil melumpuhkan dan menembak jatuh seluruh drone pemburu tersebut dalam beberapa jam terakhir. Otoritas Pentagon memastikan bahwa aktivitas navigasi laut dan lalu lintas maritim di sepanjang Selat Hormuz tetap berjalan normal tanpa hambatan, serta koridor perdagangan internasional tersebut dipastikan tetap aman bagi kapal-kapal dagang yang melintas.

Di balik klaim keberhasilan pencegatan tersebut, harian ekonomi AS The Wall Street Journal, mengutip pernyataan para pejabat militer Pentagon, mengungkapkan sebuah insiden fatal yang terjadi pada Selasa lalu (9/6/2026). Sebuah helikopter tempur serang milik AS jenis AH-64 Apache dilaporkan jatuh ke laut saat tengah menjalankan misi pengintaian udara untuk memantau ancaman militer Iran terhadap kapal-kapal komersial.

Rentetan serangan udara di Selat Hormuz ini meletus di tengah gelombang optimisme global yang sempat membubung tinggi terkait kepastian tercapainya draf Nota Kesepahaman (MoU) awal untuk menghentikan perang dan meredam ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan draf perjanjian yang sempat diintip oleh sejumlah sumber diplomatik Barat, poin utama kesepakatan tersebut mewajibkan Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh tanpa pungutan biaya retribusi ataupun bea cukai, yang akan dibalas oleh Washington dengan skema pencabutan sanksi ekonomi dan blokade finansial terhadap Teheran secara bertahap dan bersyarat.

Para analis militer menilai, peluncuran drone oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) di saat draf kesepakatan damai sedang finalisasi di atas meja perundingan merupakan strategi klasik "fight and talk" (berperang sambil bernegosiasi). Langkah ini diduga sengaja diambil Teheran untuk memperkuat posisi tawar mereka dan membuktikan kepada Washington bahwa mereka memegang kendali penuh atas urat nadi ekonomi dunia di Selat Hormuz jika AS mencoba mengingkari komitmen diplomatiknya. (zarahamala/arrahmah.id)