WASHINGTON (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat klasifikasi pribadi terhadap sejumlah presiden AS. Dalam daftar tersebut, Trump menempatkan dirinya seorang diri sebagai presiden yang masuk kategori “terhebat”.
Trump membagikan klasifikasi tersebut melalui akun miliknya di platform Truth Social pada Kamis (27/8/2026). Daftar itu terdiri atas enam tingkatan, mulai dari “terhebat” hingga “gagal”.
Dilansir dari The Daily Beast, Trump mengelompokkan para presiden AS ke dalam kategori “terhebat”, “hebat”, “hampir hebat”, “rata-rata”, “di bawah rata-rata”, dan “gagal”.
Trump yang kini berusia 80 tahun menempatkan dirinya sendiri di posisi tertinggi, yakni kategori “terhebat”.
Sementara itu, enam presiden dimasukkan ke dalam kategori “hebat”. Mereka adalah Abraham Lincoln, George Washington, Franklin D. Roosevelt, Woodrow Wilson, Thomas Jefferson, dan Andrew Jackson.
Trump kemudian menempatkan empat presiden lainnya dalam kategori “hampir hebat”. Sebanyak 12 presiden berada dalam kategori “rata-rata”, sedangkan enam lainnya masuk kategori “di bawah rata-rata”.
Pada kategori terendah, yakni “gagal”, Trump memasukkan sejumlah presiden yang menjadi lawan politiknya, yaitu Barack Obama dan Joe Biden dari Partai Demokrat, serta Jimmy Carter.
Trump juga memasukkan dua presiden dari Partai Republik, Ulysses S. Grant dan Warren Harding, ke dalam kategori “gagal”.
Sejumlah presiden terkenal tidak masuk klasifikasi
Menariknya, sejumlah presiden AS yang cukup dikenal tidak tercantum dalam klasifikasi Trump.
Mereka antara lain John F. Kennedy, Ronald Reagan, Richard Nixon, Harry Truman, Gerald Ford, William Henry Harrison, James Garfield, Dwight Eisenhower, Lyndon Johnson, George H.W. Bush, dan George W. Bush.
Menurut Al Jazeera, unggahan Trump tersebut merupakan tanggapan terhadap sebuah video CNN yang menampilkan hasil jajak pendapat terbaru mengenai presiden Partai Republik yang paling dikagumi.
Dalam survei tersebut, 53 persen responden dari Partai Republik menyebut Trump sebagai presiden Partai Republik yang paling mereka kagumi. Trump berada di atas Abraham Lincoln dan Ronald Reagan dalam hasil survei tersebut.
Trump buat galeri presiden di Gedung Putih
Selama masa jabatan keduanya, Trump juga membuat semacam galeri presiden di Gedung Putih yang menampilkan foto para pendahulunya beserta keterangan mengenai pencapaian mereka.
Namun, sejumlah sejarawan menilai informasi pada panel-panel tersebut sangat bias secara politik dan dalam sejumlah kasus tidak akurat.
Pada Desember tahun lalu, Trump menambahkan komentar tajam pada panel yang menampilkan sejumlah mantan presiden.
Trump menggambarkan Barack Obama sebagai salah satu tokoh politik yang paling memecah belah dalam sejarah Amerika Serikat.
Sementara itu, pada panel Joe Biden, foto mantan presiden tersebut tidak menampilkan wajahnya, melainkan sebuah pena otomatis. Trump menyebut Biden sebagai presiden “terburuk” dalam sejarah Amerika Serikat dengan selisih yang sangat jauh.
Dilansir dari The Independent, Trump masih memiliki popularitas kuat di kalangan pemilih Partai Republik, meskipun tingkat persetujuannya secara umum relatif rendah.
Para sejarawan juga cenderung menempatkan Trump sebagai salah satu presiden terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.
The Independent juga melaporkan bahwa persepsi masyarakat Amerika terhadap Trump saat ini cenderung negatif. Tingkat persetujuan terhadap presiden dari Partai Republik tersebut disebut turun ke titik rendah, dengan dukungan sekitar sepertiga masyarakat Amerika.
(Samirmusa/arrahmah.id)
