Memuat...

Tinggal Selangkah Lagi! AS–Iran Siap Teken Kesepakatan, Hormuz Dibuka dan Sanksi Dilonggarkan

Samir Musa
Ahad, 24 Mei 2026 / 8 Zulhijah 1447 12:06
Tinggal Selangkah Lagi! AS–Iran Siap Teken Kesepakatan, Hormuz Dibuka dan Sanksi Dilonggarkan
Axios mengutip seorang pejabat Amerika yang mengatakan bahwa kesepakatan yang akan segera tercapai itu diperkirakan akan ditandatangani hari ini, Ahad (Shutterstock).

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan berada di ambang penandatanganan kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta pelonggaran ekspor minyak Iran.

Menurut seorang pejabat Amerika yang dikutip Axios, kesepakatan tersebut diperkirakan akan ditandatangani pada hari ini, Ahad (24/5/2026). Meski sebagian besar poin telah diverifikasi oleh berbagai sumber, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi resmi, namun mengisyaratkan bahwa kesepakatan sudah sangat dekat.

Isi Kesepakatan

Kesepakatan ini berbentuk nota kesepahaman sementara yang berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang, dengan sejumlah poin utama:

• Selat Hormuz:
Iran akan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka tanpa biaya tambahan serta berkomitmen membersihkan ranjau demi menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.

• Pelonggaran ekspor minyak:
Sebagai imbalan, Washington akan melonggarkan pembatasan terhadap pelabuhan Iran dan memberikan pengecualian untuk memungkinkan ekspor minyak kembali berjalan. Langkah ini diperkirakan membantu pemulihan ekonomi Iran dan menstabilkan pasar energi global.

• Skema bertahap:
Pelonggaran sanksi akan dilakukan secara bertahap, bergantung pada implementasi komitmen Iran di lapangan, khususnya dalam menjamin keamanan pelayaran.

Iran sendiri menuntut pencabutan sanksi secara penuh serta pembebasan aset-asetnya yang dibekukan. Sementara itu, Amerika Serikat menekankan perlunya langkah konkret sebelum memberikan pelonggaran permanen.

• Program nuklir:
Dalam isu nuklir, Iran disebut akan berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir serta terlibat dalam negosiasi guna membatasi pengayaan uranium dan mengurangi stok uranium berkadar tinggi.

Sumber juga menyebut Teheran telah menyampaikan komitmen secara lisan melalui mediator, sebagai imbalan atas kemungkinan pencabutan sanksi dan pencairan dana beku dalam kesepakatan final yang dapat diverifikasi.

• Kehadiran militer AS:
Amerika Serikat akan mempertahankan kehadiran militernya di kawasan selama masa kesepakatan sementara, dengan opsi penarikan pasukan dalam kesepakatan jangka panjang.

• Front Lebanon:
Kesepakatan ini juga mencakup upaya menghentikan konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam komunikasinya dengan Presiden AS, Donald Trump.

Pejabat AS menegaskan bahwa setiap pelanggaran oleh Hizbullah akan tetap memberi Israel hak untuk merespons, dalam kerangka “ketenangan dibalas ketenangan”.

Pengumuman dalam Waktu Dekat

Dalam rangkaian diplomasi intensif, Trump dilaporkan telah berbicara dengan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, dan Pakistan yang sebagian besar menyatakan dukungan terhadap kesepakatan ini.

Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai mediator, dipimpin oleh Jenderal Asim Munir yang bahkan melakukan kunjungan ke Teheran untuk mempercepat tercapainya kesepakatan.

Gedung Putih berharap seluruh poin yang tersisa dapat diselesaikan dalam beberapa jam ke depan sebelum pengumuman resmi dilakukan. Namun Washington memperingatkan bahwa kesepakatan bisa runtuh jika Iran tidak menunjukkan keseriusan dalam isu nuklir.

Di sisi lain, tekanan ekonomi yang terus meningkat terhadap Iran dinilai menjadi faktor pendorong utama bagi Teheran untuk menerima kesepakatan yang lebih luas.

(Samirmusa/arrahmah.id)