WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya tidak memerlukan kesepakatan dengan Iran untuk mendapatkan akses terhadap uranium yang telah diperkaya, lansir Al Jazeera.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Washington saat ini memiliki kemampuan untuk menjangkau uranium tersebut tanpa hambatan berarti. Ia bahkan meremehkan kemampuan Iran untuk mencegah langkah tersebut.
“Saya tidak berpikir mereka bisa menghentikan kami jika kami menginginkannya,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump menilai langkah tersebut tidak diperlukan saat ini. Ia mengklaim bahwa lokasi penyimpanan uranium Iran telah “terkubur”, merujuk pada serangan militer selama konflik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat terus memantau situs-situs nuklir Iran dari luar angkasa. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya mendekati fasilitas tersebut dapat memicu respons militer baru.
Lebih lanjut, Trump mengaku sempat mempertimbangkan pengiriman pasukan khusus untuk merebut material nuklir Iran. Namun rencana itu dibatalkan karena berisiko menyeret AS ke situasi rumit seperti yang pernah dialami mantan Presiden Jimmy Carter.
Menurutnya, operasi semacam itu membutuhkan kehadiran militer selama satu hingga dua pekan di wilayah konflik, yang dinilai terlalu berisiko.
Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Ia menyebut bahwa kebijakan AS terhadap Iran sejauh ini telah berjalan dengan baik, dengan tujuan utama mencegah Teheran mengembangkan senjata tersebut.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa Amerika Serikat akan menang, baik melalui jalur diplomasi maupun opsi lain.
Terkait kemungkinan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran, Trump mengatakan hal itu tidak menjadi prioritas, namun tetap terbuka jika tercapai kesepakatan.
Salah satu poin penting dalam potensi kesepakatan, menurut Trump, adalah pembukaan Selat Hormuz secara langsung.
Sementara itu, Trump memperingatkan bahwa jika Iran membunuh tentara Amerika, maka hal tersebut akan menjadi alasan kuat untuk melanjutkan operasi militer.
Dalam isu lain, Trump menyinggung situasi di Lebanon yang menurutnya berkaitan dengan Iran. Ia mengklaim bahwa kelompok Hizbullah telah menghubungi pihak AS untuk membahas kemungkinan gencatan senjata.
Trump juga mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta pihak Hizbullah, dan menilai ada kemajuan dalam konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
“Lebanon layak mendapatkan perdamaian,” pungkasnya.
(Samirmusa/arrahmah.id)
