Memuat...

Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo Jadi Plt

Ameera
Kamis, 27 Agustus 2026 / 15 Rabiulawal 1448 21:48
Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo Jadi Plt
Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo Jadi Plt

JAKARTA (Arrahmah.id) — Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi mengundurkan diri dari jabatannya. Majelis Syura Partai Ummat kemudian menetapkan Sekretaris Majelis Syura, Ir. H. Ansufri ID Sambo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat.

Pengunduran diri Ridho Rahmadi dan penetapan Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt Ketua Umum dikonfirmasi langsung oleh Sambo.

“Iya, benar,” ujar Ustadz Sambo, Kamis (27/8/2026).

Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah konsolidasi internal dan penyegaran struktural di tubuh DPP Partai Ummat.

Majelis Syura Partai Ummat, sebagai lembaga permusyawaratan tertinggi partai, sebelumnya menggelar Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada Rabu (26/8/2026).

Dalam musyawarah tersebut, Majelis Syura secara resmi menerima surat pengunduran diri Ridho Rahmadi sebagai Ketua Umum DPP Partai Ummat. Selain Ridho, Majelis Syura juga menerima pengunduran diri Taufik Hidayat, S.Sos., MA, dari jabatan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat.

Penerimaan pengunduran diri tersebut merujuk pada ketentuan Bab VII Pasal 14 ayat (1) Anggaran Dasar Partai Ummat. Majelis Syura menyatakan menghormati keputusan kedua pimpinan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, perjuangan, serta kontribusi yang telah diberikan selama memimpin kepengurusan eksekutif pusat.

Bukan Berarti Berhenti Berjuang

Majelis Syura menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan perputaran roda kepengurusan yang dilakukan untuk penyegaran serta pembagian beban kerja struktural di tingkat pusat.

Karena itu, pengunduran diri dari jabatan pimpinan eksekutif tidak berarti Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat meninggalkan Partai Ummat. Keduanya dipastikan tetap aktif dalam perjuangan partai dengan formasi penugasan struktural yang baru.

Majelis Syura menyebut langkah tersebut diambil secara kolektif untuk memastikan organisasi tetap dinamis, responsif, dan mampu menjalankan agenda partai secara efektif.

Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum

Untuk menjamin kepastian hukum, kelancaran administrasi, serta kesinambungan kerja organisasi di tingkat pusat, Majelis Syura menetapkan formasi kepemimpinan transisi.

Ir. H. Ansufri ID Sambo yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Majelis Syura ditetapkan sebagai Plt Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara itu, Muhammad Sadiq ditunjuk sebagai Plt Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat.

Majelis Syura menyatakan penunjukan tersebut didasarkan pada prinsip meritokrasi, integritas, dan loyalitas. Formasi transisi diharapkan dapat memastikan kegiatan administrasi dan operasional kepengurusan pusat tetap berjalan efektif.

Fokus Konsolidasi Organisasi

Di bawah kepemimpinan transisi, Partai Ummat menegaskan komitmennya untuk tetap solid dalam menjalankan visi dan perjuangan partai, khususnya dalam menegakkan keadilan serta memberantas kezaliman di Indonesia.

DPP Partai Ummat juga mendapat tugas untuk segera melakukan konsolidasi organisasi secara nasional. Selain itu, kepengurusan transisi akan mempersiapkan proses pendaftaran perubahan administratif kepengurusan kepada Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia untuk memperoleh pengesahan resmi.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat M Amien Rais mengimbau seluruh pengurus di daerah dan kader di berbagai wilayah Indonesia agar tetap fokus menjalankan program kerja partai serta mendukung kepemimpinan transisi yang telah ditetapkan.

“Majelis Syura mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus di daerah dan kader di seluruh Indonesia untuk tetap fokus menjalankan program kerja partai dan bersatu padu mendukung kepemimpinan transisi yang sah ini,” ujar Amien Rais.

Dengan keputusan tersebut, Partai Ummat memasuki fase kepemimpinan transisi di tingkat pusat.

Majelis Syura berharap proses penyegaran struktural ini dapat memperkuat konsolidasi internal dan menjaga kesinambungan perjuangan politik Partai Ummat.

(ameera/arrahmah.id)