Memuat...

Trump Minta Negara Arab Akui 'Israel' demi Akhiri Perang Iran

Hanoum
Selasa, 26 Mei 2026 / 10 Zulhijah 1447 06:22
Trump Minta Negara Arab Akui 'Israel' demi Akhiri Perang Iran
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan di New Delhi pada hari Senin bahwa AS akan memberikan kesempatan penuh kepada diplomasi untuk berhasil sebelum menjajaki 'alternatif'. [Foto : Julia Demaree Nikhinson/Reuters]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menuntut sejumlah negara Arab dan Muslim menandatangani Abraham Accords atau perjanjian normalisasi hubungan dengan 'Israel' sebagai bagian dari kesepakatan besar untuk mengakhiri perang dengan Iran. Langkah itu memicu kontroversi baru di Timur Tengah karena isu normalisasi dengan 'Israel' masih sensitif di tengah perang Gaza dan konflik regional yang memanas.

Menurut laporan CBC, Reuters, dan Axios (25/5/2026), Trump menyampaikan tuntutan tersebut dalam pembicaraan dengan para pemimpin Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Turki, di tengah upaya diplomatik menghentikan konflik Iran-AS-'Israel' yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Abraham Accords sendiri merupakan perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat pada 2020 untuk menormalisasi hubungan diplomatik 'Israel' dengan sejumlah negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain. Trump kini ingin memperluas perjanjian tersebut sebagai bagian dari arsitektur keamanan baru di Timur Tengah.

Trump mengatakan, “Semua negara harus segera menandatangani Abraham Accords.” Ia juga menyebut langkah tersebut sebagai syarat penting untuk menciptakan perdamaian jangka panjang di kawasan.

Axios melaporkan suasana sempat hening ketika Trump mengangkat isu normalisasi hubungan dengan 'Israel' dalam percakapan bersama para pemimpin negara Muslim. Beberapa negara disebut terkejut karena isu Palestina masih menjadi hambatan utama normalisasi diplomatik dengan 'Israel'.

Arab Saudi sebelumnya memang pernah membuka peluang normalisasi dengan 'Israel', namun Riyadh menegaskan pengakuan terhadap negara Palestina tetap menjadi syarat utama sebelum hubungan resmi dibentuk. Sikap serupa juga disampaikan Qatar dan Pakistan yang hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik dengan 'Israel'.

Dalam laporan Reuters, Trump menghubungkan perluasan Abraham Accords dengan upaya membentuk koalisi regional baru pasca perang Iran. Ia menyebut perjanjian tersebut dapat menjadi fondasi perdamaian dan kerja sama ekonomi di Timur Tengah.

“Ini bisa menjadi salah satu kesepakatan paling bersejarah di Timur Tengah,” ujar Trump.

Namun sejumlah analis menilai tuntutan Trump sulit diwujudkan dalam waktu dekat karena kemarahan publik Arab terhadap operasi militer Israel di Gaza masih sangat tinggi. Banyak negara Muslim juga menghadapi tekanan domestik jika mengambil langkah normalisasi dengan 'Israel' tanpa penyelesaian konflik Palestina.

Sementara itu, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sendiri dilaporkan masih berlangsung. Pemerintah Iran menyatakan kemajuan telah terjadi, namun membantah bahwa kesepakatan final sudah dekat.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini terus menjadi perhatian dunia internasional karena menyangkut stabilitas kawasan, keamanan energi global, dan masa depan hubungan diplomatik antara negara-negara Arab dengan 'Israel'. (hanoum/Arrahmah.id)