Memuat...

Eskalasi di Gaza dan Tepi Barat: 2 Warga Palestina Gugur dan 20 Ditangkap 'Israel'

Zarah Amala
Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharam 1448 10:31
Eskalasi di Gaza dan Tepi Barat: 2 Warga Palestina Gugur dan 20 Ditangkap 'Israel'
Prosesi pemakaman Imran Abu Jarad, yang meninggal hari ini akibat serangan 'Israel' yang menargetkan sebuah tenda di kamp pengungsi dekat pelabuhan Gaza (Reuters).

GAZA (Arrahmah.id) - Serangkaian serangan militer 'Israel' di Jalur Gaza serta aksi kekerasan oleh pemukim ilegal di Tepi Barat terus berlanjut pada Selasa (7/7/2026). Konflik ini menyebabkan dua warga Palestina tewas, belasan lainnya terluka, serta puluhan orang ditangkap dalam operasi militer di berbagai wilayah.

Di Gaza, serangan udara melalui pesawat nirawak (drone) 'Israel' menyasar tenda pengungsian di dekat pelabuhan Kota Gaza, menewaskan Imran Yunus Abu Jarad (46). Serangan serupa di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, juga menewaskan pemuda bernama Muhammad Imad Abu Tu'aimah (30) dan melukai lima orang lainnya, termasuk empat anak-anak.

​Selain serangan udara, militer 'Israel' juga melakukan kekerasan terhadap warga sipil di sekitar wilayah Muawiyah, barat laut Rafah, yang mengakibatkan lima orang terluka akibat tembakan dari drone jenis quadcopter. Di sektor laut, angkatan laut 'Israel' dilaporkan menangkap tujuh nelayan Palestina saat mereka tengah melaut di lepas pantai Al-Zawaida, Gaza tengah.

​Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh pihak 'Israel' sejak Oktober 2025 telah menyebabkan 1.072 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.463 lainnya terluka.

Sementara itu, situasi di Tepi Barat semakin memanas menyusul serangan pemukim ilegal di Hawara, Provinsi Hebron. Delapan warga Palestina, termasuk anak-anak, dilaporkan terluka setelah diserang dengan pukulan dan semprotan merica oleh sekelompok pemukim yang dilindungi oleh tentara 'Israel'. Dalam insiden tersebut, tentara pendudukan juga menangkap seorang pria lanjut usia, Ibrahim Ismail Al-Jabour.

​Data dari Otoritas Perlawanan Tembok dan Pemukiman menunjukkan bahwa sepanjang paruh pertama tahun ini, pemukim telah melakukan 3.488 aksi kekerasan, termasuk pembakaran rumah dan penembakan, yang menewaskan 17 warga Palestina.

​Secara terpisah, tentara 'Israel' menggelar kampanye penangkapan massal di wilayah utara Tepi Barat. Sedikitnya 20 warga Palestina, termasuk seorang wanita, ditangkap dalam penggerebekan rumah-rumah di Nablus, Salfit, dan Jenin. Di Salfit, salah satu yang ditangkap adalah kepala serikat buruh setempat, Mahmoud Al-Bar.

​Sejak 7 Oktober 2023, Tepi Barat mengalami peningkatan eskalasi yang signifikan, dengan total 1.179 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 24.000 orang ditahan oleh pihak 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)