Memuat...

Nasihat Habib Rizieq Terkait Demo 27 Agustus

Ameera
Kamis, 27 Agustus 2026 / 15 Rabiulawal 1448 17:53
Nasihat Habib Rizieq Terkait Demo 27 Agustus
Nasihat Habib Rizieq Terkait Demo 27 Agustus

JAKARTA (Arrahmah.id) — Markaz Syariah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipadati puluhan ribu jamaah pada Senin, 24 Agustus 2026. Umat Islam dari berbagai daerah berdatangan untuk mengikuti Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama para ulama dan habaib dalam suasana penuh kekhidmatan.

Maulid Akbar yang digelar DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) tersebut mengangkat tema “Dengan Revolusi Akhlak Menuju NKRI Bersyariah yang Berkah.”

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hingga larut malam dan diikuti jamaah dengan antusiasme tinggi.

Sejak sore, kedatangan jamaah berlangsung secara bertahap dan jumlahnya terus meningkat hingga malam hari. Padatnya peserta membuat kawasan Markaz Syariah Petamburan dan lingkungan sekitarnya dipenuhi jamaah yang ingin mengikuti secara langsung rangkaian acara.

Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah dan nasihat keagamaan dari para ulama serta habaib.

Salah satu materi yang mendapat perhatian jamaah adalah penyampaian Imam Besar Habib Rizieq terkait dinamika aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Nasihat Habib Rizieq Terkait Rencana Demo 27 Agustus

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq menyampaikan sejumlah nasihat kepada berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPR RI, Polri, TNI, pendemo, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pemerintah

Habib Rizieq menasihati pemerintah agar tidak mengadu domba rakyat yang pro dan kontra terhadap suatu aksi. Ia mencontohkan agar pemerintah tidak menggelar demonstrasi tandingan pada waktu yang sama dan di lokasi yang berdekatan.

Ia juga menyerukan agar pemerintah tidak melakukan korupsi maupun melindungi koruptor serta segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset. Dalam bidang kesejahteraan, ia meminta agar pajak yang membebani rakyat miskin dihapus serta biaya pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin digratiskan dengan tetap menjaga kualitas pelayanan.

DPR RI

Kepada anggota DPR RI, Habib Rizieq menyerukan agar tidak panik, melarikan diri, ataupun bersikap pengecut ketika menghadapi aspirasi masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar anggota DPR tidak terjebak dalam apa yang ia sebut sebagai “5D: Datang, Duduk, Dengar, Duit, dan N’dableg.” Menurutnya, wakil rakyat harus turun menemui masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.

Aspirasi yang dinilai baik, lanjutnya, perlu diakomodasi, sementara aspirasi yang dianggap kurang tepat perlu diberikan penjelasan. Ia juga mendorong DPR proaktif membuat regulasi untuk menjaga agama, bangsa, dan negara, termasuk aturan terkait minuman beralkohol, LGBTQ, penodaan agama, perlindungan tokoh agama, hukuman mati bagi koruptor, serta perampasan aset koruptor.

Polri

Untuk jajaran Polri, Habib Rizieq berpesan agar kepolisian tidak menjadi budak oligarki dan tidak bertindak berlebihan dalam menghadapi demonstrasi.

Ia menyerukan agar polisi tidak melarang demonstrasi dan tidak represif terhadap pendemo. Ia juga menyampaikan kritik agar polisi tidak terlibat dalam politik praktis.

Menurutnya, polisi harus menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum dan tidak berubah menjadi aktor politik. Ia juga mengingatkan agar tidak dilakukan tindakan yang menurutnya dapat memperburuk situasi, seperti menghadang pendemo di jalan, memblokir rekening pendemo, memancing kekerasan, atau mengkriminalisasi peserta aksi.

TNI

Kepada TNI, Habib Rizieq mengingatkan bahwa TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, menurutnya, TNI tidak boleh diperalat untuk berhadapan dengan rakyat.

Ia menegaskan bahwa TNI merupakan alat negara dan tidak seharusnya menjadi alat politik. Ia juga berpendapat bahwa TNI tidak perlu ikut campur dalam urusan demonstrasi karena aksi unjuk rasa merupakan bagian dari kehidupan sipil dalam berdemokrasi.

Selain itu, ia meminta TNI tidak melakukan tindakan yang merugikan rakyat, termasuk dalam persoalan penguasaan atau perampasan tanah masyarakat demi kepentingan pihak tertentu.

Pendemo

Kepada masyarakat yang hendak melakukan demonstrasi, Habib Rizieq menyampaikan bahwa unjuk rasa merupakan hak rakyat yang dilindungi undang-undang.

Ia mempersilakan masyarakat menyampaikan tuntutan dan suara hati nurani secara tegas serta tidak takut menyampaikan aspirasi. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga etika selama aksi.

Para pendemo, menurut nasihatnya, tidak boleh merusak fasilitas, membakar, menjarah, menganiaya, membunuh, maupun melakukan tindakan lain yang merugikan masyarakat luas.

Ia juga mengingatkan agar gerakan demonstrasi tidak ditunggangi pihak lain dan peserta aksi tidak menjadi pendemo bayaran. Menurutnya, kemurnian gerakan harus dijaga dan diarahkan pada perjuangan untuk keadilan dan kebenaran.

Ormas

Sementara kepada organisasi kemasyarakatan, Habib Rizieq menyampaikan bahwa ormas yang mendukung suatu demonstrasi dipersilakan ikut turun menyampaikan aspirasi.

Adapun ormas yang tidak mendukung aksi juga diperbolehkan melakukan kegiatan, tetapi ia mengimbau agar dilakukan pada hari yang berbeda. Jika dilaksanakan pada hari yang sama, ia menyarankan agar lokasi kegiatan dibuat berbeda dan berjauhan.

Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok masyarakat agar perbedaan sikap tidak berkembang menjadi konflik.

Pesan Persatuan dan Akhlak

Rangkaian Maulid Akbar di Markaz Syariah Petamburan berlangsung dalam suasana religius dengan jamaah yang memenuhi area kegiatan. Tema tentang revolusi akhlak menjadi salah satu pesan utama yang mengiringi kegiatan tersebut.

Di tengah tingginya perhatian terhadap dinamika sosial dan politik nasional, nasihat yang disampaikan dalam acara tersebut menekankan pentingnya menjaga ketertiban, etika, serta hubungan antarmasyarakat.

Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H pun menjadi momentum bagi puluhan ribu jamaah untuk bershalawat, mendengarkan tausiah, serta mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW.

(ameera/arrahmah.id)