TEHERAN (Arrahmah.id) -- Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik berat Sejjil seberat sekitar 23 ton ke wilayah 'Israel' sejak perang Iran–Israel memanas pada akhir Februari 2026. Peluncuran rudal tersebut menandai eskalasi baru dalam konflik karena Sejjil merupakan salah satu senjata strategis jarak jauh paling kuat yang dimiliki Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, seperti dilansir The Guardian (15/3/2026), rudal Sejjil digunakan dalam gelombang serangan terbaru terhadap target yang mereka sebut sebagai posisi 'Israel' dan sekutu Amerika Serikat. Peluncuran itu disebut sebagai bagian dari operasi balasan Iran setelah serangan militer yang sebelumnya dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas di Iran.
Rudal Sejjil merupakan rudal balistik dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer, yang memungkinkan Iran menyerang target jauh di kawasan Timur Tengah, termasuk 'Israel'. Senjata ini dikenal memiliki kecepatan tinggi serta kemampuan membawa hulu ledak besar, sehingga dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam arsenal strategis Iran.
Media internasional melaporkan bahwa penggunaan rudal tersebut merupakan pertama kalinya sejak konflik terbaru Iran–Israel dimulai. Para analis militer menilai langkah ini menunjukkan Iran mulai mengerahkan sistem persenjataan yang lebih canggih dalam menghadapi tekanan militer dari Israel dan sekutunya.
Konflik antara kedua negara meningkat drastis setelah operasi militer 'Israel' bersama Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut memicu serangkaian serangan balasan berupa rudal dan drone dari Iran ke berbagai target di 'Israel' dan kawasan Timur Tengah.
Sejak eskalasi konflik tersebut, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan ratusan drone ke arah 'Israel'. Data lembaga keamanan di Tel Aviv menyebut lebih dari 290 rudal dan 500 drone telah digunakan Iran dalam berbagai gelombang serangan sejak perang dimulai.
Para pengamat menilai penggunaan rudal Sejjil menunjukkan konflik telah memasuki fase yang lebih berbahaya karena melibatkan senjata strategis jarak jauh. Jika eskalasi terus berlanjut, para analis memperingatkan bahwa konflik Iran–Israel berpotensi meluas dan memicu ketegangan lebih besar di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
