DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Warga dan pelaku usaha di Suriah menyambut dengan optimisme keputusan Amerika Serikat untuk menghapus status Suriah sebagai negara sponsor terorisme, meski banyak yang tetap berhati-hati terhadap dampak nyata kebijakan tersebut.
Langkah Washington yang diumumkan pekan ini dinilai dapat membuka jalan bagi investasi asing, pemulihan sektor perbankan, dan percepatan rekonstruksi negara yang hancur akibat perang selama lebih dari satu dekade.
Dilansir Al Jazeera (11/7/2026), keputusan itu diumumkan setelah Presiden AS Donald Trump mengirim pemberitahuan resmi kepada Kongres mengenai rencana pencabutan status Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.
Jika tidak ada hambatan dalam masa peninjauan selama 45 hari, Suriah akan keluar dari daftar yang telah menempatkannya di bawah berbagai pembatasan ekonomi dan keuangan sejak 1979.
Di Damaskus dan sejumlah kota besar lainnya, para pengusaha mulai berharap bahwa pencabutan status tersebut akan mempermudah transaksi internasional, membuka akses ke sistem perbankan global, dan menarik investor asing yang selama ini enggan masuk karena risiko sanksi.
Namun banyak warga juga mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi tidak akan terjadi secara instan mengingat tingginya tingkat pengangguran, inflasi, dan kerusakan infrastruktur akibat konflik berkepanjangan.
Salah seorang pengusaha Suriah yang diwawancarai Al Jazeera mengatakan bahwa masyarakat menyambut baik perkembangan tersebut, tetapi masih menunggu bukti nyata di lapangan.
"Kami optimistis, tetapi juga berhati-hati. Selama bertahun-tahun kami mendengar banyak janji. Yang kami butuhkan sekarang adalah investasi, lapangan kerja, dan stabilitas ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Suriah juga menyambut positif langkah Washington. Presiden Ahmad asy-Syaraa sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada rezim Bashar al-Assad telah menghambat pemulihan ekonomi negara setelah perubahan pemerintahan.
Dalam berbagai kesempatan, asy-Syaraa menekankan bahwa pencabutan sanksi merupakan syarat penting untuk mempercepat pembangunan kembali Suriah dan mengembalikan kepercayaan investor internasional.
Menurut para ekonom, manfaat terbesar dari pencabutan status tersebut adalah terbukanya akses terhadap investasi langsung Amerika Serikat dan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan internasional.
Ekonom Suriah Karam Shaar sebelumnya menjelaskan bahwa langkah itu dapat memudahkan koneksi kembali bank-bank Suriah ke sistem keuangan global serta memperlancar transfer dana dan perdagangan internasional. (hanoum/arrahmah.id)
