Memuat...

799 Jenazah Palestina Masih Ditahan 'Israel', Ribuan Lainnya Belum Diketahui

Zarah Amala
Kamis, 27 Agustus 2026 / 15 Rabiulawal 1448 12:26
799 Jenazah Palestina Masih Ditahan 'Israel', Ribuan Lainnya Belum Diketahui
Ratusan warga Palestina yang tewas dimakamkan di Pemakaman Angka. (Foto: via Ma'an)

GAZA (Arrahmah.id) - 'Israel' masih menahan jenazah sedikitnya 799 warga Palestina yang telah teridentifikasi, termasuk 81 anak dan 10 perempuan, menurut Kampanye Nasional untuk Pengembalian Jenazah Palestina dan organisasi tahanan Palestina.

Data tersebut dirilis pada Rabu (26/8/2026), menjelang Hari Nasional Palestina untuk Pengembalian Jenazah Para Syuhada.

Organisasi Palestina mengatakan laporan media 'Israel' memperkirakan sekitar 1.700 jenazah Palestina mungkin masih berada dalam tahanan 'Israel', meski identitas banyak di antaranya belum diketahui.

Dari 799 jenazah yang telah teridentifikasi, sebanyak 256 disebut berada di “pemakaman angka”, 99 merupakan warga Palestina yang sebelumnya ditahan 'Israel', 81 anak di bawah 18 tahun, dan 10 perempuan.

Jenazah terbaru yang teridentifikasi adalah Fathi Khazem (Abu Raad), yang tewas dalam operasi pasukan 'Israel' di rumahnya di Jenin pada 21 Agustus.

Organisasi Palestina menyebut penahanan jenazah sebagai kebijakan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan digunakan sebagai bentuk kontrol serta hukuman bahkan setelah kematian.

Keluarga korban disebut berada dalam kondisi duka yang tertunda karena tidak dapat menguburkan anggota keluarga, melaksanakan prosesi pemakaman, maupun mengetahui tempat peristirahatan terakhir mereka.

Bahkan ketika jenazah dikembalikan, keluarga dapat menghadapi pembatasan pemakaman, seperti kewajiban menguburkan pada malam hari, membatasi jumlah pelayat, membayar jaminan finansial, serta menghadapi pengamanan 'Israel' yang ketat.

Kelompok tersebut juga menyoroti jenazah warga Gaza yang sebelumnya ditahan 'Israel'.

Menurut dokumentasi Kampanye Nasional, 930 jenazah dari Jalur Gaza telah dikembalikan setelah sebelumnya berada dalam tahanan 'Israel'.

Mereka menyerukan penyelidikan independen terhadap kondisi penahanan dan perlakuan terhadap jenazah, termasuk laporan dugaan pelanggaran terhadap martabat dan keutuhan jasad.

Mereka juga meminta penyelidikan atas laporan dugaan pengambilan organ, dengan menekankan perlunya akses terhadap bukti medis dan forensik untuk memastikan kebenarannya.

Organisasi tersebut menegaskan angka 799 bukanlah jumlah akhir.

Ribuan warga Palestina masih dinyatakan hilang, terutama di Gaza, akibat skala kehancuran, pembunuhan massal, dugaan penghilangan paksa, serta sulitnya mengakses wilayah yang hancur.

Sejak 1967, ribuan warga Palestina disebut telah dimakamkan di “pemakaman angka”, tempat jenazah diberi nomor alih-alih nama sehingga keluarga memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki informasi mengenai keberadaan mereka.

Organisasi Palestina mendesak pengembalian segera seluruh jenazah yang masih ditahan, pengungkapan nasib orang-orang yang hilang, serta penyelidikan independen mengenai kematian dan perlakuan terhadap jenazah selama berada dalam tahanan 'Israel'.

“Setiap jenazah yang nasibnya masih tidak diketahui berarti kejahatan tersebut belum berakhir,” kata mereka. (zarahamala/arrahmah.id)