Memuat...

Ajnad Bayt al-Maqdis Umumkan Meninggalnya Pemimpin Mereka di Damaskus

Hanoum
Rabu, 26 Agustus 2026 / 14 Rabiulawal 1448 08:12
Ajnad Bayt al-Maqdis Umumkan Meninggalnya Pemimpin Mereka di Damaskus
Pernyataan kelompok Ajnad Bayt al-Maqdis. [Foto: Shabab al-Sham]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Kelompok yang mengatasnamakan diri Ajnad Bayt al-Maqdis mengumumkan kematian salah satu tokohnya, Abu Abdul Rahman al-Muhajir, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada Senin (24/8/2026). Kelompok tersebut menyebut Abu Abdul Rahman tewas bersama rekannya, Abu Firas al Shami, setelah keduanya menjadi sasaran penyergapan ketika berada di Suriah.

Dilansir Shabab al-Sham (24/8), Abu Abdul Rahman al-Muhajir yang disebut Abu Abdul Rahman ini adalah salah satu pemimpin kelompok Ajnad Bayt al-Maqdis yang datang dari kawasan Jazirah Arab ke Suriah selama periode perang. Kelompok militan tersebut tidak memberikan rincian mengenai lokasi pasti penyergapan, pihak yang diduga bertanggung jawab, maupun waktu terjadinya serangan.

Menurut pernyataan yang dikutip Shabab al-Sham, Abu Abdul Rahman dan Abu Firas al-Shami tewas ketika sedang mempersiapkan dan mengumpulkan sejumlah pemuda yang disebut akan diarahkan menuju Yerusalem. Kelompok itu menggambarkan keduanya sebagai bagian dari kegiatan organisasinya di Suriah.

“Kelompok Ajnad Bayt al-Maqdis mengumumkan dalam sebuah pernyataan resmi gugurnya pemimpin di barisannya, Abu Abdul Rahman al-Muhajir, salah seorang yang datang dari Jazirah Arab ke Suriah selama masa perang,” demikian isi pernyataan yang dipublikasikan sumber tersebut.

Klaim kematian itu muncul ketika nama Ajnad Bayt al-Maqdis masih relatif baru dalam lanskap kelompok bersenjata di Suriah. Analis Aymenn Jawad Al-Tamimi pada Maret 2026 mencatat bahwa pernyataan atas nama kelompok tersebut telah beredar dan mengklaim hubungan dengan jaringan al-Qaeda, tetapi keberadaan aktual organisasi serta hubungan resminya dengan kepemimpinan al-Qaeda belum dapat dipastikan.

Menurut Al-Tamimi, terdapat beberapa kemungkinan mengenai identitas kelompok tersebut, termasuk bahwa kelompok itu benar-benar merupakan jaringan baru yang berkaitan dengan al-Qaeda, sebuah front media jihad, atau bahkan entitas yang keberadaannya belum terbukti. Karena itu, klaim terbaru mengenai kematian salah satu pemimpinnya perlu diperlakukan dengan kehati-hatian sampai terdapat konfirmasi dari sumber independen.

Nama Ajnad Bayt al-Maqdis juga tidak boleh disamakan begitu saja dengan Ansar Bayt al-Maqdis, kelompok bersenjata yang pernah beroperasi di Semenanjung Sinai, Mesir, dan kemudian berafiliasi dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) dengan nama Wilayat Sinai. Sejumlah sumber mengenai kelompok-kelompok jihad sebelumnya memang menggunakan nama yang mirip, tetapi tidak otomatis menunjukkan adanya hubungan organisasi di antara mereka.

Dalam konteks Suriah, munculnya klaim mengenai Ajnad Bayt al-Maqdis menjadi bagian dari dinamika kelompok jihad yang berusaha mempertahankan atau membangun kembali jaringan setelah perubahan politik besar di negara tersebut. Aktivitas kelompok-kelompok semacam ini juga berlangsung di tengah operasi keamanan pemerintah Suriah dan persaingan antara berbagai jaringan bersenjata yang memiliki agenda berbeda.(hanoum/arrahmah.id)