Memuat...

Trump Tegaskan Perang dengan Iran Akan Terus Berlanjut: “Kami Tidak Terburu-buru”

Samir Musa
Rabu, 26 Agustus 2026 / 14 Rabiulawal 1448 23:52
Trump Tegaskan Perang dengan Iran Akan Terus Berlanjut: “Kami Tidak Terburu-buru”
Trump menilai bahwa perang ekonomi merupakan pilihan yang efektif terhadap Iran (AFP).

TEHERAN (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa konfrontasi Amerika Serikat dengan Iran tidak memiliki batas waktu dan akan terus berlangsung selama diperlukan.

  • Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera pada Rabu (26/8/2026), Trump mengatakan tidak ada jadwal pasti mengenai kapan Amerika Serikat akan kembali ke meja perundingan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang terburu-buru untuk kembali melakukan negosiasi dengan Iran.

“Kami meraih kemenangan yang sangat besar. Rakyat Iran menghadapi inflasi yang sangat tinggi dan ekonomi mereka sedang runtuh,” kata Trump.

Ia menilai tekanan ekonomi dan serangan militer sama-sama efektif dalam menghadapi Iran. Trump juga menuduh pemerintah Iran memperlakukan rakyatnya dengan sangat buruk serta membunuh banyak demonstran.

Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup

Dalam kesempatan lain saat tampil dalam program “Glen Beck Show”, Trump mengatakan dirinya tidak yakin Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah meninggal dunia.

Namun, ia mengklaim Mojtaba mengalami luka serius di bagian kiri tubuhnya. Pernyataan tersebut merujuk pada serangan yang menewaskan ayahnya, Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, pada hari pertama perang, 28 Februari lalu. Mojtaba disebut-sebut kemungkinan terluka dalam serangan tersebut.

“Jika pemimpin Iran itu meninggal, mereka memberikan pertunjukan yang sangat meyakinkan, karena mereka terus berbicara tentang kembali kepadanya dan berbicara dengannya untuk mendapatkan restu terakhirnya,” ujar Trump, merujuk pada para perunding Iran.

Mojtaba Khamenei sendiri belum muncul di hadapan publik sejak menduduki jabatan tersebut pada Maret lalu. Namun, sejumlah pernyataan tertulis atas namanya telah dipublikasikan media Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya juga mengungkapkan pada awal Agustus bahwa dirinya telah bertemu dengan Mojtaba. Saat itu, Pezeshkian mengatakan pemimpin Iran tersebut “dalam kondisi kesehatan yang baik”.

Alasan Trump Terus Menghadapi Iran

Trump mengatakan alasan utama konfrontasi dengan Iran adalah untuk mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir.

“Inti persoalannya 99,9 persen adalah bahwa kami tidak dapat membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Mereka gila,” kata Trump.

Ia juga mengklaim Amerika Serikat telah meraih kemenangan di Venezuela dan akan segera memperoleh “kemenangan besar” di Iran.

Menurut Trump, kekuatan finansial Amerika Serikat sangat besar dan tekanan tersebut pada akhirnya akan membawa kemenangan besar terhadap Iran.

Trump Klaim Selat Hormuz Terbuka

Trump kembali mengklaim bahwa militer Amerika Serikat telah menghancurkan angkatan laut Iran. Ia juga mengatakan pasukan AS menghancurkan 22 kapal Iran pada malam sebelumnya.

Mengenai Selat Hormuz, Trump menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut “terbuka”, dengan banyak kapal yang masih melintas dan aliran minyak tetap berlangsung setiap hari.

Ia juga mengatakan militer Amerika Serikat telah menyingkirkan seluruh ranjau di kawasan selat tersebut.

Sejak perang pecah setelah serangan Amerika Serikat dan "Israel" terhadap Iran pada 28 Februari lalu, Tehran secara praktis menutup jalur perairan strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia.

Sebagai respons, Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(Samirmusa/arrahmah.id)