YERUSALEM (Arrahmah.id) - Otoritas 'Israel' mengganti nama-nama Arab bersejarah di Yerusalem yang diduduki. Pejabat Palestina menilai langkah tersebut sebagai upaya mengubah identitas kota serta menghapus warisan Arab, Islam, dan Kristen.
Kegubernuran Yerusalem pada Rabu (26/8/2026) mengatakan 'Israel' telah mencopot papan nama bersejarah Bab al-Amoud di Kota Tua Yerusalem dan menggantinya dengan nama “Old Gate”. Bab al-Amoud atau Damascus Gate merupakan salah satu pintu utama Kota Tua sekaligus landmark Palestina yang paling dikenal.
Kegubernuran Yerusalem menyebut perubahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk mengubah karakter sejarah dan budaya Yerusalem. Menurutnya, nama-nama gerbang, jalan, dan landmark merupakan bagian dari memori nasional, sejarah, dan budaya kota.
Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya tindakan 'Israel' terhadap institusi dan pejabat Palestina di Yerusalem Timur.
Pada Selasa (25/8), pasukan 'Israel' mengambil alih pusat pelatihan kejuruan Qalandia milik UNRWA, mengosongkan staf, mengibarkan bendera Israel, dan membuka jalan bagi pembangunan kompleks pendidikan milik pemerintah kota.
Sehari kemudian, otoritas 'Israel' menahan Menteri Urusan Yerusalem Palestina, Ashraf al-Aawar, saat menghadiri acara belasungkawa keluarga di Silwan, dekat Masjid Al-Aqsa.
Palestina telah lama menuding 'Israel' berupaya mengubah identitas Yerusalem melalui perluasan permukiman, penghancuran rumah, pembatasan terhadap institusi Palestina, serta perubahan lanskap fisik dan budaya kota.
Yerusalem Timur diduduki 'Israel' sejak 1967 dan kemudian dianeksasi secara sepihak. Langkah tersebut tidak diakui secara internasional. Sejumlah resolusi PBB, termasuk Resolusi Dewan Keamanan 478, menolak tindakan yang bertujuan mengubah karakter, komposisi demografis, maupun status hukum dan politik Yerusalem. (zarahamala/arrahmah.id)
