GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Brigade Izzuddin al-Qassam, merilis video dokumenter yang mengisahkan pertempuran sengit dan detik-detik gugurnya Komandan Peleton Luay Kamal al-Bream, yang berasal dari Batalyon Asadullah Hamza di Khan Yunis, Gaza selatan.
Luay al-Bream, yang memegang peran sebagai komandan kelompok, gugur sebagai syahid pada 2 September 2025 dalam pertempuran sengit melawan pasukan pendudukan. Video penghormatan yang dirilis sebagai bagian dari serial dokumenter Aqmar al-Thufan (Bulan-bulan Banjir) ini menampilkan rekaman arsip luar biasa dari aksi heroik al-Bream dalam berbagai penyergapan terhadap kendaraan militer 'Israel' di sebelah timur Khan Yunis.
Salah satu cuplikan paling menonjol dan dramatis dalam video tersebut memperlihatkan saat al-Bream melakukan kontak tembak jarak dekat secara langsung. Tanpa ragu, ia tampak mengejar sebuah tank militer 'Israel' menggunakan senapan serbu AK-47 (Kalashnikov).
Dalam rekaman tersebut, al-Bream dan rekan-rekannya terlihat mendekati pintu palka kendaraan lapis baja tersebut dalam upaya untuk melumpuhkan tentara di dalamnya. Sementara itu, tank berat tersebut tampak berupaya mundur dan melarikan diri dari lokasi penyergapan di tengah hantaman tembakan intens serta pelepasan tabir asap putih oleh militer 'Israel'.
Selain adegan pertempuran terbuka, video itu juga mendokumentasikan keseharian al-Bream bersama para pejuang lainnya di dalam jaringan terowongan bawah tanah. Tampak pula persiapan teknis dan perakitan alat peledak anti-personel serta anti-lapis baja yang digunakan dalam pertempuran.
Dalam sebuah pesan tantangan yang direkam dari dalam terowongan sebelum syahidnya, al-Bream menegaskan tekad perlawanan: "Sudah kami katakan sebelumnya, dan akan terus kami ulangi: Tidak ada tempat bagi kalian di tanah kami. Jika kalian tetap tinggal, kalian akan pulang sebagai orang mati atau tawanan." (zarahamala/arrahmah.id)
