Memuat...

Amnesty International Tuding India Terlibat Dukung Genosida Gaza lewat Pasokan Senjata ke "Israel"

Samir Musa
Kamis, 30 Juli 2026 / 16 Safar 1448 21:12
Amnesty International Tuding India Terlibat Dukung Genosida Gaza lewat Pasokan Senjata ke "Israel"
Ketua Knesset, Amir Ohana, menganugerahkan "Medali Knesset" kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi. (Reuters)

LONDON (Arrahmah.id) – Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menuduh India terus memasok senjata kepada "Israel" meski mengetahui adanya risiko besar bahwa persenjataan tersebut digunakan dalam perang yang dinilai mengarah pada genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Dalam laporan terbaru berjudul Made in India: Arming Israel's Genocide? yang dirilis pada Kamis (30/7/2026), Amnesty menyebut India telah menjalin kemitraan militer yang erat dan menguntungkan dengan "Israel", serta menjadi salah satu pemasok penting dalam rantai pasok yang mendukung operasi militer Zionis di Gaza.

Dilansir dari Al Jazeera, laporan tersebut disusun berdasarkan data perdagangan rinci hingga tingkat pengiriman (shipment), yang mendokumentasikan pengiriman senjata, amunisi, suku cadang, dan komponen buatan India kepada sejumlah perusahaan pertahanan besar "Israel" yang memasok langsung kebutuhan militer negara itu.

Modi (kiri) disambut oleh Netanyahu di Bandara Ben Gurion. (EPA)

Amnesty mengungkapkan bahwa para penelitinya menganalisis sedikitnya 2.596 pengiriman senjata, amunisi, serta berbagai komponen militer dari India ke "Israel" sejak 7 Oktober 2023. Pengiriman tersebut mencakup ratusan ribu komponen senjata, bagian amunisi peledak, hingga suku cadang kendaraan militer.

Organisasi itu menegaskan bahwa mereka secara sistematis mengecualikan pengiriman yang berpotensi digunakan untuk keperluan sipil maupun teknologi pertahanan rudal yang lazim dipakai untuk melindungi warga sipil dari serangan.

Laporan itu juga menyoroti bahwa sebagian besar persenjataan tersebut diproduksi oleh perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan pemerintah India. Amnesty menilai terdapat kelemahan serius dalam regulasi ekspor senjata India, termasuk tidak adanya kewajiban uji tuntas terhadap dampak hak asasi manusia serta minimnya transparansi yang menghambat pengawasan publik.

Selain itu, India juga disebut belum menandatangani maupun meratifikasi Arms Trade Treaty (Perjanjian Perdagangan Senjata) yang mengatur perdagangan senjata internasional.

Amnesty memperingatkan bahwa keputusan India yang tetap mengizinkan ekspor senjata ke "Israel", meski Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan langkah-langkah sementara terkait dugaan risiko genosida di Gaza, dapat bertentangan dengan kewajiban internasional India untuk mencegah genosida dan memastikan penghormatan terhadap Konvensi Jenewa.

Karena itu, Amnesty mendesak pemerintah India beserta seluruh perusahaan yang berada di bawah yurisdiksinya agar segera menghentikan seluruh transfer senjata, amunisi, dan komponen militer ke "Israel".

Menurut organisasi tersebut, setelah Mahkamah Internasional menyatakan adanya risiko yang masuk akal terjadinya genosida di Gaza, pemerintah India tidak dapat lagi mengklaim tidak mengetahui bahwa ekspor senjata ke "Israel" berpotensi berkontribusi terhadap pelanggaran serius hukum internasional.

(Samirmusa/arrahmah.id)