Memuat...

Arab Saudi Resmi Luncurkan Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional di Jeddah

Zarah Amala
Jumat, 14 Agustus 2026 / 2 Rabiulawal 1448 11:31
Arab Saudi Resmi Luncurkan Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional di Jeddah
Pertemuan perencanaan ketiga aliansi pertahanan maritim multinasional dengan partisipasi perwakilan dari 39 negara (Kementerian Pertahanan Arab Saudi).

RIYADH (Arrahmah.id) - Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan dimulainya pengoperasian resmi aliansi pertahanan maritim multinasional yang menandai transisi menuju fase kelembagaan dan operasional. Pertemuan perencanaan ketiga untuk aliansi ini diselenggarakan di markas besar Armada Barat di Jeddah, dengan partisipasi dari perwakilan 39 negara.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui X, kementerian merinci bahwa sebanyak 15 negara telah menandatangani pernyataan bersama, sementara 13 negara lainnya telah menyelesaikan prosedur nasional mereka, menandatangani piagam aliansi, dan resmi bergabung. Negara-negara lainnya saat ini masih dalam proses merampungkan prosedur domestik yang diperlukan untuk bergabung sepenuhnya.

Perkembangan ini sejalan dengan percepatan pembangunan institusional aliansi. Posisi Komandan untuk periode pertama telah dipercayakan kepada Arab Saudi, sementara posisi Wakil Komandan diemban oleh Pakistan. Selain itu, markas besar, logo, serta kerangka kerja operasional dan regulasi acuan juga telah resmi diadopsi.

Aliansi ini bertujuan untuk membentuk kerangka pertahanan institusional guna menghadapi ancaman maritim yang kian meningkat. Fokus utamanya meliputi peningkatan keamanan maritim dan perlindungan kebebasan navigasi, pengamanan jalur perdagangan internasional, rute pasokan energi, serta kepentingan maritim bersama di kawasan Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden. Selain itu, aliansi ini berfokus pada penguatan pertukaran informasi dan intelijen antarnegara anggota, serta pengembangan perencanaan operasional, pelaksanaan latihan militer gabungan, dan pembangunan kapasitas pertahanan kolektif.

Sebagai pengingat, pada 30 Juli lalu, Arab Saudi mengumumkan persetujuan awal dari 14 negara untuk mendirikan aliansi ini, yang disambut baik melalui deklarasi bersama untuk mendukung struktur fondasi pertahanan maritim tersebut.

Dalam perkembangan terkait, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengadakan pertemuan di hari yang sama dengan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Kedua belah pihak membahas kerja sama pertahanan bilateral serta perkembangan regional terkini, termasuk upaya bersama untuk meredam eskalasi dan memperkokoh stabilitas kawasan.

Langkah penguatan keamanan ini bergulir di tengah peningkatan insiden terhadap kapal komersial, kapal tanker energi, dan infrastruktur maritim di perairan strategis seperti Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb, menyusul ketegangan regional serta dinamika keamanan yang melibatkan berbagai aktor di kawasan Teluk dan Yaman. (zarahamala/arrahmah.id)