DARAA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan "Israel" menembakkan dua peluru artileri ke arah pinggiran desa Abidin di wilayah Cekungan Yarmouk, pedesaan Daraa bagian barat, pada Selasa dini hari (22/9/206); serpihan peluru (shrapnel) mengenai rumah-rumah warga sipil, namun tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Sumber-sumber setempat mengatakan kepada SANA bahwa peluru-peluru tersebut jatuh di pinggiran desa, dengan serpihan yang mencapai rumah-rumah di kawasan barat desa itu.
Pasukan "Israel" secara bersamaan menembakkan empat peluru suar (illumination rounds) di atas wilayah tersebut, menurut sumber-sumber itu.
Penembakan ini menyusul serangan "Israel" pada Senin yang menargetkan pinggiran desa Abidin, Maariyah, dan al-Arida di wilayah yang sama, yang menewaskan 15 ekor kambing.
Sebelumnya pada Senin, pasukan "Israel" juga menembaki lembah Abidin dan al-Raqad serta pinggiran desa Jamlah, dan melepaskan tembakan dari salah satu posisi mereka di sepanjang garis pemisahan (disengagement line) tahun 1974 ke arah pinggiran desa Abidin.
Pasukan pendudukan "Israel" telah berulang kali melakukan penyusupan dan penembakan di Suriah selatan, serta penggerebekan rumah warga sipil, penangkapan, dan perataan lahan menggunakan buldoser.
Suriah mengecam tindakan "Israel" tersebut sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974 dan berulang kali menuntut penarikan penuh pasukan pendudukan "Israel" dari wilayah Suriah, seraya menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil "Israel" tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum menurut hukum internasional.
Damaskus juga telah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan mendesak "Israel" agar menarik diri sepenuhnya dari Suriah selatan. (haninmazaya/arrahmah.id)
