Memuat...

Dokter Tifa Sentil Jokowi, Singgung Upaya Cari Simpati

Ameera
Jumat, 6 November 2026 / 27 Jumadilawal 1448 21:06
Dokter Tifa Sentil Jokowi, Singgung Upaya Cari Simpati
Dokter Tifa Sentil Jokowi, Singgung Upaya Cari Simpati

JAKARTA (Arrahmah.id) – Foto Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang terlihat jongkok merapikan sejumlah berkas di lantai ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadi sorotan publik.

Momen tersebut terjadi saat Jokowi memperlihatkan dokumen ijazahnya dalam persidangan perkara tuduhan ijazah palsu.

Foto tersebut turut mendapat tanggapan dari salah satu terdakwa dalam perkara itu, Dokter Tifa. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Jumat (6/11/2026), Dokter Tifa mempertanyakan alasan Jokowi meletakkan map berisi dokumen penting di lantai.

Dokter Tifa menduga posisi map tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa untuk menghadirkan kesan dramatis dan membangun simpati masyarakat.

"SI PALING JAGO PLAYING VICTIM," tulis Dokter Tifa mengawali unggahannya, dikutip dari kanal YouTube Tribunnews, Jumat (6/11/2026).

Ia mengaku mengetahui kondisi ruang sidang karena rutin menghadiri persidangan setiap Kamis sejak 2 Juli 2026. Bahkan, ia menyebut pernah duduk di kursi yang sama dengan tempat Jokowi memberikan kesaksian.

Menurut Dokter Tifa, kursi tersebut cukup lebar sehingga dapat digunakan untuk meletakkan map berisi dokumen, baik di pangkuan maupun di belakang punggung.

"Tahu persis bahwa kursi cukup lebar untuk diduduki dan menaruh map tipis entah di pangkuan atau di belakang punggung," tulisnya.

Ia kemudian menilai tidak ada keharusan untuk meletakkan map tersebut di lantai. Menurutnya, tindakan itu justru menimbulkan kesan dramatis.

"Tidak perlu meletakkan map tipis itu di lantai, sekadar bikin drama agar terlihat mengharukan," lanjutnya.

Dokter Tifa juga mempertanyakan alasan dokumen ijazah yang diklaim dimiliki Jokowi diletakkan di lantai. Ia menilai tindakan tersebut bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan menduga terdapat maksud tertentu di balik penempatan dokumen tersebut.

"Yang salah setting adalah, isi map itu adalah ijazah-ijazah yang dibangga-banggakan dan diklaim dimiliki. Masa iya taruh di lantai? Demi apa coba?" tulisnya.

"Demi meraih simpati masyarakat melihat foto ini," sambungnya.

Singgung Ancaman Hukuman 20 Tahun

Dalam unggahan yang sama, Dokter Tifa turut mengaitkan momen tersebut dengan perkara hukum yang sedang dihadapinya. Ia mengklaim bahwa Jokowi berniat memenjarakannya dengan ancaman hukuman yang jika dijumlahkan mencapai 20 tahun.

"DIA BERNIAT MEMENJARAKAN SAYA 8 TAHUN DAN 12 TAHUN! TOTAL. 20 TAHUN!" tulisnya.

Dokter Tifa menyebut perkara yang dihadapinya berkaitan dengan aktivitasnya meneliti dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia juga menyinggung Bambang Tri dan Gus Nuril yang menurutnya turut menjadi korban pemenjaraan dalam polemik serupa.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritik Dokter Tifa terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Sementara itu, persoalan keaslian ijazah Jokowi dan tuduhan yang berkembang dalam perkara tersebut tetap menjadi pokok persoalan yang diproses melalui jalur hukum.

Hingga berita ini disusun, dugaan bahwa penempatan map di lantai sengaja dilakukan untuk membangun simpati merupakan penilaian Dokter Tifa dalam unggahannya.

Belum terdapat keterangan yang disertakan dalam informasi tersebut mengenai alasan Jokowi meletakkan dokumen di lantai.

(ameera/arrahmah.id)