Memuat...

AS Lanjutkan Gempuran pada Malam ke-12, Teheran Balas Serang Kuwait

Zarah Amala
Kamis, 23 Juli 2026 / 9 Safar 1448 10:15
AS Lanjutkan Gempuran pada Malam ke-12, Teheran Balas Serang Kuwait
Sebuah tangki air rusak akibat serangan udara di Behbahan, provinsi Khuzestan, Iran (Reuters).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Iran pada Kamis dini hari (23/7/2026) atas instruksi langsung dari Presiden Donald Trump. Aksi ini menandai hari kedua belas berturut-turut operasi militer AS di kawasan tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan yang turut menjangkau wilayah Teluk.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa misi militer ini akan terus dilanjutkan untuk melumpuhkan kapasitas Iran dalam mengancam keselamatan pelaut sipil serta kapal dagang yang melintasi perairan regional, seiring upaya Washington mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan media pemerintah Iran, suara ledakan keras terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Ahvaz dan Ramshir di Provinsi Khuzestan, serta Sirik di Provinsi Hormozgan. Sementara itu, Gubernur Bushehr mengonfirmasi bahwa sebuah rudal menghantam stasiun pembangkit listrik di dekat kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, yang sempat memicu pemadaman listrik selama dua jam di salah satu desa sekitar.

Di tengah eskalasi tersebut, ketegangan meluas ke negara tetangga setelah militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) Iran yang mengarah ke wilayah mereka. Markas Besar Angkatan Bersenjata Kuwait mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap tenang dan mematuhi instruksi keamanan, serta menegaskan bahwa suara ledakan yang terdengar merupakan hasil dari aksi intersepsi pertahanan udara.

Eskalasi ini dipicu oleh peringatan keras Presiden Donald Trump sebelumnya, yang menyatakan bahwa AS akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik, termasuk di dalam atau dekat Teheran, sebagai balasan atas setiap serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Menanggapi ancaman tersebut, sumber militer Iran yang dikutip oleh kantor berita Tasnim memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur vital di Teheran akan dibalas dengan gempuran terhadap fasilitas energi di kawasan regional. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan melalui X bahwa doktrin pertahanan negara menganut prinsip "mata ganti mata", di mana setiap agresi terhadap infrastruktur akan dijawab dengan balasan telak, sekaligus memperingatkan bahwa pihak-pihak yang mendukung agresi tersebut akan dianggap sebagai target sah. (zarahamala/arrahmah.id)