Memuat...

Suriah Kecam Kunjungan Ilegal Netanyahu ke Wilayahnya

Hanoum
Jumat, 11 September 2026 / 30 Rabiulawal 1448 04:16
Suriah Kecam Kunjungan Ilegal Netanyahu ke Wilayahnya
Benjamin Netanyahu. [Foto: France24]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah mengecam keras kunjungan ilegal Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu ke posisi militer 'Israel' di Gunung Hermon, wilayah Suriah yang berada di bawah pendudukan 'Israel', pada Rabu (9/9/2026). Damaskus menyebut kunjungan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta hukum internasional, di tengah meningkatnya aktivitas militer 'Israel' di bagian selatan negara itu.

Dilansir France24 (10/9), Netanyahu melakukan kunjungan tersebut bersama Menteri Pertahanan 'Israel' Israel Katz untuk menemui pasukan 'Israel' yang ditempatkan di kawasan Gunung Hermon. Dalam kunjungan itu, Netanyahu mengatakan 'Israel' telah memiliki apa yang disebutnya sebagai “kendali mutlak” atas kawasan dari Gunung Hermon hingga Sungai Yarmouk dan menegaskan bahwa 'Israel' tidak akan membiarkan kelompok yang disebutnya sebagai kekuatan teroris mendekati perbatasannya.

Kementerian Luar Negeri Suriah kemudian menyatakan kunjungan Netanyahu merupakan tindakan “provokatif” dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan serta integritas teritorial negara tersebut. Damaskus juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi internasional, dan negara-negara berpengaruh agar mengambil langkah untuk menghentikan operasi 'Israel' di wilayah Suriah dan mengembalikan situasi pada kerangka Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan 'Israel' sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Arab Suriah”. Damaskus juga memperingatkan bahwa keberlanjutan serangan dan masuknya pasukan 'Israel' ke wilayah Suriah berisiko memperburuk keamanan dan stabilitas kawasan.

Katz memberikan pernyataan yang memperlihatkan bahwa 'Israel' belum berencana meninggalkan posisi tersebut dalam waktu dekat. Saat berada di Gunung Hermon, ia mengatakan, “Kami berada di sini di Gunung Hermon, dan kami tidak akan pergi dari sini.” Pernyataan Menteri Pertahanan 'Israel' itu memperkuat kekhawatiran Damaskus bahwa keberadaan militer 'Israel' di wilayah Suriah bukan lagi sekadar pengerahan sementara.

Kunjungan Netanyahu berlangsung kurang dari dua tahun setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Setelah perubahan kekuasaan tersebut, pasukan 'Israel' memasuki zona penyangga yang sebelumnya diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di sekitar Dataran Tinggi Golan dan kemudian memperluas kehadirannya ke sejumlah posisi di sisi Suriah. 'Israel' menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan perbatasannya selama masa transisi politik Suriah.(hanoum/arrahmah.id)