Memuat...

Viral Foto Tentara 'Israel' Memasak di Rumah Warga Lebanon Picu Kemarahan Publik

Zarah Amala
Selasa, 21 April 2026 / 4 Zulkaidah 1447 11:14
Viral Foto Tentara 'Israel' Memasak di Rumah Warga Lebanon Picu Kemarahan Publik
Sebuah gambar yang memperlihatkan seorang tentara 'Israel'' sedang memasak di dapur dilaporkan diambil di Bint Jbeil, di provinsi Nabatiye, Lebanon selatan (Foto: tangkapan layar/Berita Bint Jbeil).

BINT JBEIL (Arrahmah.id) - Sebuah foto viral yang memperlihatkan seorang tentara wanita 'Israel' sedang memasak di dapur sebuah rumah warga di Lebanon selatan telah memicu gelombang kecaman keras di media sosial. Foto yang diunggah oleh media lokal Bint Jbeil News pada Ahad (19/4/2026) ini dianggap oleh banyak pihak sebagai simbol penghinaan terhadap martabat warga Lebanon yang terpaksa mengungsi akibat konflik.

Dalam foto tersebut, seorang tentara wanita terlihat berdiri di sebuah dapur dengan bahan-bahan makanan yang tersebar di meja, diduga berada di kota Bint Jbeil, Kegubernuran Nabatiyeh. Pihak penerbit foto memberikan keterangan yang tajam: "Pelanggaran dalam 'keanggunan' penuhnya. Ketika pembunuh dan penjajah memasak di dapur milik rakyat."

Reaksi Keras dan Simbol Kehilangan

Publik dan tokoh masyarakat di Lebanon menanggapi gambar tersebut dengan kemarahan besar. Jurnalis dan pembuat film Lebanon, Diana Moukalled, menyebut adegan itu sebagai "penghinaan terhadap ingatan dan martabat rakyat."

Dalam unggahannya yang banyak dibagikan, Moukalled menulis: "Yang paling menyakitkan dari gambar ini adalah bagaimana ia membuat rasa kehilangan menjadi tak tertahankan. Ini adalah rumah yang masih memiliki tanaman hijaunya, masih memiliki kehidupan keluarganya, namun mereka (keluarga pemilik rumah) justru dipaksa untuk absen."

Banyak pengguna media sosial menggambarkan pemandangan itu sebagai tindakan yang sangat meresahkan. Komentar-komentar di X mencerminkan kemarahan mendalam, menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku parasit dan okupasi yang disengaja.

Ryan Rozbiani, influencer X turut membagikan di akunnya, "...lima puluh lima desa di Lebanon selatan tetap tertutup bagi penduduknya. Orang-orang yang menanam sayur dan membangun dapur itu tidak diizinkan kembali. Orang lain sedang memakan makanan mereka."

Konteks Keamanan dan Gencatan Senjata

Insiden ini terjadi di tengah status gencatan senjata antara 'Israel' dan Hizbullah yang masih berlangsung. Meskipun ribuan warga telah mulai kembali ke beberapa area, militer 'Israel' secara resmi telah memperingatkan warga sipil untuk tidak kembali ke puluhan desa di Lebanon selatan.

Militer 'Israel' beralasan bahwa pasukan mereka masih beroperasi di wilayah tersebut untuk membongkar infrastruktur Hizbullah dan mencegah ancaman langsung terhadap komunitas di 'Israel' utara. Menteri Pertahanan 'Israel', Israel Katz, menegaskan bahwa militer akan bertindak dengan kekuatan penuh terhadap ancaman apa pun yang mereka persepsikan, bahkan di masa gencatan senjata.

Pihak militer bahkan telah menerbitkan peta garis pertahanan depan yang mencakup area sepanjang perbatasan 'Israel'-Lebanon, tempat pasukan mereka beroperasi hingga saat ini. Keberadaan tentara 'Israel' di dalam rumah-rumah warga sipil di wilayah yang mereka kuasai kini menjadi isu sensitif yang memperkeruh situasi di lapangan dan memicu ketegangan psikologis bagi ribuan pengungsi yang belum bisa pulang ke rumah mereka sendiri. (zarahamala/arrahmah.id)