Memuat...

Tentara Israel Palu Godam Patung Yesus di Lebanon, IDF Akui dan Selidiki

Hanoum
Selasa, 21 April 2026 / 4 Zulkaidah 1447 04:43
Tentara Israel Palu Godam Patung Yesus di Lebanon, IDF Akui dan Selidiki
Tentara Israel menghanucrkan pada Yesus di Lebanon. [Foto: X]

BEIRUT (Arrahmah.id) -- Militer 'Israel' mengakui keaslian foto yang menunjukkan seorang tentaranya menghancurkan patung Yesus menggunakan palu godam di Lebanon selatan pada April 2026. Insiden ini terjadi di tengah operasi militer di wilayah perbatasan dan segera memicu reaksi luas dari berbagai pihak.

Menurut laporan The Times of Israel dan The Straits Times (20/4/2026), foto tersebut diverifikasi oleh pihak militer dan kini menjadi bagian dari penyelidikan resmi untuk menentukan pelanggaran disiplin yang terjadi.

Dalam gambar yang beredar, tentara tersebut terlihat memukul patung Yesus yang telah jatuh dari salibnya di sebuah desa Kristen di Lebanon selatan. Lokasi kejadian dilaporkan berada di area yang terdampak konflik antara 'Israel' dan kelompok bersenjata di perbatasan.

Pihak Israel Defense Forces (IDF) menyatakan tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai institusi. Seorang juru bicara militer mengatakan, “Perilaku ini bertentangan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari prajurit kami, dan insiden ini sedang dalam penyelidikan,”

Media internasional seperti 9News juga melaporkan bahwa IDF berjanji akan mengambil tindakan disipliner terhadap pelaku setelah proses investigasi selesai.

Sementara itu, laporan dari InfoVaticana menyoroti reaksi dari komunitas Kristen yang mengecam keras tindakan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap simbol keagamaan.

Seorang tokoh gereja setempat mengatakan, “Ini bukan hanya perusakan fisik, tetapi juga melukai perasaan umat beriman yang menghormati simbol tersebut,”

Insiden ini terjadi ketika situasi keamanan di Lebanon selatan masih rapuh meski ada upaya gencatan senjata. Peristiwa tersebut menambah sensitivitas konflik yang sudah kompleks, terutama di wilayah dengan keberagaman agama.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung, sementara militer Israel menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti insiden tersebut sesuai aturan yang berlaku. (hanoum/arrahmah.id)