Memuat...

Baku Tembak 20 Menit di Hebron Guncang Klaim Kendali 'Israel' atas Tepi Barat

Zarah Amala
Sabtu, 24 Oktober 2026 / 14 Jumadilawal 1448 09:34
Baku Tembak 20 Menit di Hebron Guncang Klaim Kendali 'Israel' atas Tepi Barat
Pemudq Palestina yang disebut sebagai pelaku serangan di Hebron pada Jumat pagi (23/10/2026). (AFP)

HEBRON (Arrahmah.id) - Baku tembak selama lebih dari 20 menit antara dua pria bersenjata Palestina dan pasukan 'Israel' di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat (23/10/2026), menewaskan dua tentara 'Israel' dan melukai sejumlah lainnya. Kedua penyerang Palestina juga gugur dalam insiden tersebut, Hamouda dan Firas al-Ja’ba, keduanya disebut berasal dari Hebron.

Serangan itu terjadi di dekat pos pemeriksaan militer Farsh al-Hawa, di pintu masuk barat Kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat. Menurut laporan media 'Israel' yang dikutip Al Jazeera, derasnya tembakan membuat proses evakuasi tentara yang terluka terhambat selama baku tembak berlangsung.

Saksi mata melaporkan intensitas tembakan yang tinggi, sementara sejumlah aktivis mengunggah video saat baku tembak mulai terjadi. Setelah insiden tersebut, militer 'Israel' memberlakukan jam malam di kota itu.

Media 'Israel' melaporkan enam warga 'Israel' terluka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis. Situs berita Walla menyebut seluruh korban luka merupakan tentara dari batalion cadangan Komando Pertahanan Dalam Negeri. Sementara itu, koresponden Channel 14 mengatakan tentara dari Batalion Ari sedang ditempatkan di pos pemeriksaan tersebut.

Koresponden Al Jazeera di Hebron, Mohammed al-Atrash, menyebut serangan berlangsung di dekat pos pemeriksaan Farsh al-Hawa. Namun, Channel 14 'Israel' melaporkan bahwa sasaran serangan adalah menara militer dekat permukiman Telem.

Sejumlah analis menilai serangan tersebut menjadi pukulan keamanan bagi pemerintahan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu, yang berulang kali mengklaim telah berhasil melemahkan perlawanan Palestina dan memperketat kendali atas Tepi Barat, khususnya Hebron.

Para pengamat juga menilai insiden itu menempatkan Netanyahu dalam tekanan politik dan keamanan. Sebagian analis memperingatkan bahwa pemerintah 'Israel' dapat merespons dengan meningkatkan eskalasi atau mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain.

Di media sosial, sejumlah aktivis menyebut baku tembak selama 20 menit itu sebagai pesan bahwa upaya pemerintah sayap kanan 'Israel', termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, untuk mematahkan perlawanan warga Palestina belum berhasil.

Untuk memahami latar belakang insiden tersebut, Al Jazeera menyoroti tekanan yang dialami warga Hebron, mulai dari pembatasan pergerakan, pengepungan jalan dan pasar, hingga perluasan permukiman 'Israel'. Warga Palestina juga menghadapi tindakan yang mereka nilai sebagai upaya mengubah pembagian waktu dan ruang di Masjid Ibrahimi.

Pada 24 September lalu, pasukan 'Israel' menghancurkan rumah dan bangunan di kawasan Jinba. Tindakan itu menyebabkan delapan keluarga yang terdiri atas 55 orang, termasuk 32 anak-anak, kehilangan tempat tinggal. Sebagian dari mereka terpaksa berlindung di gua.

Sementara itu, gerakan perlawanan Palestina, Hamas, memuji serangan tersebut sebagai respons yang “wajar dan sah” terhadap serangan 'Israel' terhadap warga Palestina, tanah mereka, dan tempat-tempat suci, serta perang yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Hamas menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua warga Palestina yang disebut sebagai pelaku serangan. Gerakan itu menegaskan bahwa perlawanan akan terus berlanjut hingga agresi dan pendudukan berakhir.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) juga memuji operasi tersebut dan menyerukan pembentukan komite perlindungan rakyat untuk menghadapi serangan para pemukim ilegal 'Israel'.

Pos pemeriksaan Farsh al-Hawa sendiri menjadi salah satu pos militer utama di sekitar Hebron. Menurut koresponden Al Jazeera, pos tersebut dipandang warga Palestina sebagai simbol penghinaan sehari-hari dan pembatasan yang berulang kali menghambat pergerakan mereka. (zarahamala/arrahmah.id)