Memuat...

'Israel' Kepung Hebron dan Gerebek Rumah Warga Palestina Usai Serangan Bersenjata

Zarah Amala
Sabtu, 24 Oktober 2026 / 14 Jumadilawal 1448 10:00
'Israel' Kepung Hebron dan Gerebek Rumah Warga Palestina Usai Serangan Bersenjata
Tentara pendudukan 'Israel' berkumpul di lokasi baku tembak di sebuah pos pemeriksaan militer di Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki. (AFP)

HEBRON (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' (IOF) menyerbu Kota Hebron (Al-Khalil), Tepi Barat bagian selatan, pada Jumat (23/10/2026), dengan menggerebek rumah-rumah warga Palestina dan memberlakukan penutupan militer secara luas di kota tersebut serta sejumlah wilayah sekitarnya. Langkah ini dilakukan setelah serangan bersenjata menyasar pos pemeriksaan militer di pintu masuk Farsh al-Hawa, yang dilaporkan menewaskan dua tentara 'Israel' dan melukai lima lainnya. Dua warga Palestina yang disebut sebagai pelaku serangan kemudian gugur ditembak pasukan 'Israel'.

Pasukan 'Israel' menutup pintu-pintu masuk Hebron dan jalan-jalan yang menghubungkan kota itu dengan wilayah sekitarnya. Pembatasan juga diperketat di sejumlah pos pemeriksaan, sehingga menghambat pergerakan warga Palestina antara Hebron dan kota-kota serta desa-desa tetangga.

Penutupan tersebut mencakup pos pemeriksaan Halhul di utara Hebron, Wadi al-Samen di selatan, Al-Fahs di tenggara, serta Al-Masaneh di Kota Tarqumiya di sebelah barat. Pembatasan ini mengganggu mobilitas warga dan kendaraan, termasuk perjalanan sehari-hari dan aktivitas perdagangan.

Sementara itu, kendaraan militer 'Israel' menyerbu kawasan Ein Deir Baha di sebelah barat Hebron. Menurut sumber setempat, tentara menggeledah sejumlah rumah dan menginterogasi anggota keluarga Al-Jaaba, keluarga dari dua warga Palestina yang disebut sebagai pelaku penembakan.

Militer 'Israel' menyatakan pasukannya tengah melakukan operasi di Hebron dan wilayah sekitarnya. Operasi itu mencakup penggeledahan rumah kedua warga Palestina yang terlibat dalam serangan tersebut serta sejumlah orang lain yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan insiden itu. Israel juga memperkuat pembatasan militer dan mempertahankan pengepungan keamanan di kawasan tersebut.

Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu turut menginstruksikan badan-badan keamanan untuk mengepung Hebron dan bersiap memberlakukan penutupan total di Tepi Barat yang diduduki menyusul serangan tersebut. Kebijakan itu berpotensi semakin membatasi pergerakan warga Palestina antarkota, antarkawasan, dan antardesa.

Netanyahu juga mengumumkan langkah-langkah yang mencakup penghancuran rumah secara luas dan pemindahan paksa keluarga-keluarga Palestina dari rumah serta lingkungan tempat tinggal mereka.

Kebijakan itu disebut sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap warga Palestina atas serangan tersebut.

Langkah-langkah tersebut berlangsung di tengah meningkatnya penggerebekan dan serangan militer 'Israel' di berbagai wilayah Tepi Barat. Pembatasan di pintu masuk kota-kota dan permukiman Palestina terus menghambat transportasi, mengganggu kegiatan ekonomi, serta memperberat kehidupan sehari-hari warga. (zarahamala/arrahmah.id)