IDLIB (Arrahmah.id) -- Pejuang asing dan keluarga asal Prancis (muhajirin) di wilayah barat laut Suriah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan pengepungan ketat serta pembatasan akses yang diberlakukan terhadap kamp tempat tinggal mereka di pedesaan Idlib oleh aparat keamanan Suriah.
Dirilis Mourakeb Soury (22/10/2026), perwakilan warga dan pejuang asal Prancis—yang sebagian besar beroperasi di bawah payung Firqat al-Ghuraba di kawasan Harem—mengeluhkan blokade pos pemeriksaan ketat, pemutusan jalur pasokan dasar, serta ancaman tindakan keamanan dari aparat keamanan Suriah di Idlib.
Berdasarkan salinan pernyataan tertulis tertanggal Kamis (22/10), para muhajirin tersebut menilai langkah isolasi teritorial itu sebagai bentuk tekanan koersif yang berdampak langsung pada anak-anak, perempuan, dan warga sipil di dalam kawasan penampungan mereka.
Pihak pembuat pernyataan menuntut agar pembatasan logistik segera dicabut dan sengketa otoritas administratif diselesaikan secara berkeadilan tanpa pendekatan represi sepihak.
Di sisi lain, otoritas keamanan Suriah di Idlib dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pengetatan kontrol terhadap pejuang asing dan faksi otonom bertujuan menertibkan tata kelola keamanan sipil, mencegah faksionalisme bersenjata tanpa komando terpadu, serta menegakkan yurisdiksi peradilan di bawah lembaga administrasi keselamatan publik setempat.
Ketegangan antara aparat kemanan Suriah dan kelompok pejuang independen Eropa di kawasan barat laut Suriah kerap berulang seiring upaya konsolidasi kekuasaan penuh di wilayah perbatasan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
