Memuat...

Nilai Ceramahnya Merendahkan Wanita dan Merusak Citra Islam, MUI Serukan Boikot Habib Alwi Assegaf

Ameera
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 19:13
Nilai Ceramahnya Merendahkan Wanita dan Merusak Citra Islam, MUI Serukan Boikot Habib Alwi Assegaf
Nilai Ceramahnya Merendahkan Wanita dan Merusak Citra Islam, MUI Serukan Boikot Habib Alwi Assegaf

JAKARTA (Arrahmah.id) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta seluruh umat Islam di Indonesia untuk memboikot dan tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.

Seruan tegas ini dikeluarkan menyusul beredarnya potongan video ceramah sang pendakwah di media sosial yang melontarkan narasi kontroversial dan dinilai merendahkan kaum wanita.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai isi materi ceramah yang disampaikan oleh Habib Alwi tidak mencerminkan etika maupun keteladanan yang seharusnya dimiliki seorang dai.

Menurutnya, narasi yang dibawakan justru berpotensi merusak moral masyarakat serta mencoreng citra dakwah Islam itu sendiri.

Melalui unggahan di akun X (Twitter) pribadinya, Kiai Cholil Nafis mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memfasilitasi kegiatan dakwah sang penceramah.

Ia menegaskan agar umat Islam tidak mengundang dan tidak perlu lagi mengikuti majelis yang dipimpin oleh penceramah dengan model demikian.

Rais Syuriah PBNU tersebut juga menekankan bahwa terlepas dari status sosial atau latar belakang yang melekat pada penceramah, penyampaian dakwah yang melanggar nilai-nilai kesantunan sama sekali tidak dapat ditoleransi.

Ia menilai ceramah tersebut justru dapat merusak ajaran agama dan tatanan sosial, alih-alih menyebarkan kebaikan Islam.

Gelombang kritik publik ini sendiri bermula dari unggahan rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, sosok yang diidentifikasi warganet sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf awalnya membicarakan tarif ceramahnya yang diklaim paling rendah mencapai Rp75 juta.

Suasana kian memicu polemik ketika sang penceramah mulai melemparkan kelakar yang menyasar para santri perempuan serta jemaah lanjut usia.

Secara terbuka di hadapan jemaah yang hadir, ia meminta agar santriwati dihadirkan karena berniat mencari calon istri keempat. Dalam rekaman tersebut, ia meminta santri laki-laki digantikan dengan santri perempuan untuk ia pilih sebagai calon istri.

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan pernyataan yang dinilai melecehkan emak-emak berusia di atas 60 tahun yang hadir dalam majelisnya.

Ia berdalih bahwa ucapannya tersebut hanyalah bentuk candaan semata, meski kemudian menuai kecaman luas karena dianggap tidak beretika dan melukai perasaan jamaah.

(ameera/arrahmah.id)