Memuat...

Banjir Terparah 80 Tahun Terjang Istanbul, 4 Tewas

Hanoum
Sabtu, 17 Oktober 2026 / 7 Jumadilawal 1448 04:06
Banjir Terparah 80 Tahun Terjang Istanbul, 4 Tewas
Banjir besar yang melanda Istanbul, Turki, pada 15 Oktober 2026. [Foto: Euro News]

ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Banjir besar yang melanda Istanbul, Turki, menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan kerusakan luas setelah hujan ekstrem mengguyur kota tersebut. Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Ciftci menyebut bencana yang terjadi pada pertengahan Oktober 2026 itu sebagai banjir terparah sejak 1942, setelah curah hujan selama 48 jam hingga Kamis pagi melampaui rata-rata gabungan curah hujan September dan Oktober.

Dilansir Sky News (15/10/2026), korban jiwa bertambah menjadi empat orang pada Jumat (16/2026), setelah tim pencari menemukan jasad seorang pria berusia 66 tahun di bawah jembatan di Distrik Sariyer.

Tiga korban lainnya sebelumnya dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang remaja berusia 14 tahun yang tersengat listrik setelah menginjak genangan air. Korban lain dilaporkan terjatuh di trotoar hingga mengalami cedera kepala, sementara satu jasad ditemukan di dekat taman di Distrik Kagithane.

Hujan deras yang mulai mengguyur Istanbul pada Rabu malam menyebabkan air menggenangi rumah, pertokoan, jalan raya, taman, dan terowongan bawah tanah. Arus banjir menyeret kendaraan hingga bertumpuk di sejumlah ruas jalan dan dasar lereng.

Kota berpenduduk sekitar 16 juta jiwa itu mengalami gangguan lalu lintas, aktivitas warga, serta layanan publik. Sejumlah penerbangan juga dialihkan akibat cuaca buruk dan angin kencang.

Menurut Ciftci, otoritas menerima sekitar 9.850 laporan kerusakan dan kejadian terkait banjir. Sekitar 46.000 personel dikerahkan untuk membantu warga, membersihkan puing-puing, dan menangani dampak bencana.

Sebelumnya, petugas penyelamat juga mengevakuasi ribuan orang yang terjebak di tempat kerja maupun kawasan terdampak banjir. Pemerintah setempat menutup sekolah dan mengimbau warga menghindari perjalanan yang tidak mendesak.

Menteri Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turki Murat Kurum mengaitkan meningkatnya risiko hujan ekstrem dengan perubahan iklim. Ia juga menyoroti pembangunan di dekat aliran sungai dan kawasan rawan banjir sebagai persoalan yang perlu ditangani. Menurutnya, upaya menghadapi perubahan iklim merupakan kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Pemerintah Turki memperingatkan bahwa hujan lebat masih berpotensi mengguyur Istanbul dan empat provinsi di sekitarnya selama akhir pekan. Peringatan itu membuat tim tanggap darurat melanjutkan operasi pembersihan dan penanganan warga terdampak, sembari mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga yang tinggal di hunian bawah tanah dan dekat aliran air diminta meningkatkan kewaspadaan. (hanoum/arrahmah.id)