DAMMAM (Arrahmah.id) -- Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui Kantor Cabang Wilayah Timur merilis klarifikasi resmi mengenai kronologi penanganan medis seorang korban luka. Korban tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden serangan proyektil di Bandara Internasional King Fahd, Dammam.
Dirilis harian berbahasa Inggris Saudi Gazette pada Jumat (23/10/2026), langkah klarifikasi tersebut dikeluarkan menyusul maraknya rumor dan narasi di media sosial yang mempertanyakan penanganan medis terhadap korban di Rumah Sakit Saudi German Dammam.
Otoritas kesehatan regional telah meninjau rekam medis serta memastikan pihak rumah sakit swasta tersebut telah memberikan tindakan darurat intensif secara langsung sebelum pasien akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka berat yang dideritanya.
Menurut Saudi Gazette, jasad korban kemudian dipindahkan ke Kompleks Medis Dammam untuk penyelesaian prosedur registrasi kematian dan administrasi pemakaman.
Sebelumnya, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) telah mengonfirmasi bahwa serangan yang menyasar fasilitas bandara di kawasan timur tersebut terjadi pada Rabu (21/10) malam dan mengakibatkan total dua orang meninggal dunia.
Sementara itu, pihak koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan terus mengintensifkan kesiagaan sistem pertahanan udara guna menangkal eskalasi serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik lintas perbatasan yang dilancarkan milisi Syiah Houthi dari Yaman ke sejumlah target infrastruktur publik di wilayah barat, selatan, dan timur kerajaan.
Di pihak lain, perwakilan Houtsi kerap menyatakan bahwa operasi serangan jarak jauh tersebut ditujukan terhadap sasaran militer dan infrastruktur pendukung sebagai balasan atas keterlibatan koalisi regional dalam dinamika perang di Yaman. (hanoum/arrahmah.id)
